nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Rokok Naik Jadi Penyebab Inflasi Oktober 0,02%

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 10:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 20 2124461 harga-rokok-naik-jadi-penyebab-inflasi-oktober-0-02-p8uVN7uebK.jpg Ilustrasi Rokok (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada Oktober sebesar 0,02%. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan pada beberapa harga kelompok pengeluaran.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, salah satu yang menyebabkan inflasi adalah kenaikan pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang mana mengalami inflasi sebesar 0,45%. Adapun sub kelompok yang mengalami inflasi adalah tembakau dan minuman beralkohol dengan kenaikan 0,43%.

Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober 0,02%

Kemudian disusul oleh subkelompok makanan jadi dengan inflasi 0,47%. Sedangkan untuk minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi 0,38%.

"Harga rokok kretek mengalami kenaikan," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Inflasi

Selain itu, pria yang kerap disapa Kecuk ini menyebut jika angka inflasi didorong oleh kenaikan pada kelompok kesehatan yang mengalami inflasi sebesar 0,3%. Seluruh sub kelompok ini mengalami inflasi dari mulai jasa kesehatan yang naik 0,15%, lalu obat-obatan 0,71%, perawatan jasmani 0,12% kemudian yang terakhir perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,29%.

Baca Juga: Sambil Lihat Gadget, Gubernur BI Beberkan Pemicu Inflasi Oktober

Setelah kelompok kesehatna, inflasi Oktober juga didorong oleh sektor pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan inflasi 0,10%. Seluruh sub kelompok ini mengalami inflasi dari mulai pendidikan 0,10%, kursus-kursus dan pelatihan 0,06%, perlengkapan dan peralatan pendidikan 0,07%, rekreasi 0,06% dan terakhir subkelompok olahraga dengan inflasi 0,14%.

"Pendidikan masih berkontribusi terhadap inflasi karena masih ada kenaikan," ucapnya.

Lalu terakhir adalah kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar serta kelompok sandang dengan masing-masing inflasinya 0,08%. Dari perumahan, air, listrik, gas dan bahan bahan bakar seluruh subkelompoknya juga mengalami inflasi.

Seperti subkelompok tempat tinggal dengan inflasi 0,05%, lalu bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,07% , perlengkapan rumah tangga dan penyelenggaraan rumah tangga masing-masing 0,15%. Sedangkan sub kelompok Sandang ada tiga subkelompok yang mengalami inflasi.

Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sandang laki-laki sebesar 0,05%, sandang wanita sebesar 0,14%, dan sandang anak-anak sebesar 0,05%. Sedangkan sandang barang pribadi dan lainnya tidak mengalami perubahan harga.

"Untuk perumahan, air listrik dan bahan bakar. Disana inflasi tipis sekali 0,08 sumbangannya 0,02%," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini