nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Menjadi Investor Saham

Sabtu 02 November 2019 09:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 01 278 2124443 cara-menjadi-investor-saham-AbVbT2z9u5.jpg Ilustrasi Pergerakan Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – “Yuk Nabung Saham”. Istilah ini belakangan mudah diingat masyarakat, khususnya investor-investor muda. Nabung saham menjadi pilihan investasi di zaman digital. Selain potensi keuntungan besar, berinvestasi saham tidak ribet karena aset yang dimiliki tidak berwujud fisik, melainkan dalam bentuk kepemilikan digital. Investasi saham juga relatif likuid atau mudah diperjualbelikan, dengan pajak final.

Nah, bagaimana cara menjadi investor saham? Masyarakat sudah sering mendengar investasi saham, tetapi belum tahu bagaimana cara berinvestasi. Sebelum berinvestasi saham di Pasar Modal Indonesia, seorang calon investor harus membuka rekening efek di perusahaan sekuritas atau perusahaan efek yang membuka kantor di banyak kota di Indonesia.

Baca Juga: Sambut Pemerintahan Baru Jokowi, Bos BEI Ingin Banyak BUMN Melantai di Bursa

Saat ini ada 105 perusahaan efek yang menjadi Anggota Bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawasi aktivitasnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investor bisa memilih untuk menjadi nasabah dengan membuka rekening di salah satu atau lebih dari satu perusahaan efek.

Prosedur membuka rekening efek di perusahaan efek juga hampir sama dengan membuka rekening di bank. Ada formulir aplikasi yang harus diisi, untuk menginformasikan data nasabah.

yuk Nabung Saham

Lalu, investor harus memberikan foto copy kartu tanda pengenal (KTP), NPWP, dan buku tabungan. Memiliki rekening di bank pembayar pasar modal, dan menyetorkan sejumlah dana sebagai deposit di bank pembayar atas nama investor sendiri.

Setelah syarat-syarat tersebut dipenuhi, investor akan mendapatkan nomor SID (Single Investor Identification) yang tertera di kartu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca Juga: Target BEI di 2020, 76 Efek Baru dan Transaksi Harian Rp9,5 Triliun

KSEI adalah Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia yang bertugas mengadministrasikan dan menyimpan data kepemilikan aset investor pasar modal. Sementara PT Kiliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) menjadi Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) di pasar modal Indonesia.

Investor bisa memilih bertransaksi saham melalui perantara dealer perusahaan sekuritas, atau bertransaksi menggunakan fasilitas online trading. Investor akan mendapatkan nomor akun dan password untuk masuk ke dalam sistem online trading milik perusahaan sekuritas, yang tersambung dengan papan perdagangan saham di BEI atau ke sistem perdagangan BEI.

Tentunya investor yang memilih bertransaksi secara langsung dengan menggunakan fasilitas online trading akan mendapatkan panduan atau tutorial terlebih dahulu. Kelebihan transaksi online, bisa dilakukan di manapun, dan dalam waktu cepat karena bisa dilakukan langsung tanpa perantaraan pihak ketiga (broker yang ada di perusahaan efek.

Investor pemula harus mempelajari lebih dahulu kinerja saham-saham yang hendak dibeli sebagai instrumen investasi. Pilihan bisa dimulai dari memilih sektor usaha. Carilah saham-saham di sektor usaha yang cukup dimengerti bidang usahanya oleh investor. Karena dengan mengenal atau mempelajari sektor usaha, investor bisa mengetahui bagaimana perkembangan bisnis perusahaan-perusahaan yang ada di sektor tersebut.

Naik dan turunnya harga saham ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu situasi politik, ekonomi dan keamanan, sektor usaha, kinerja masing-masing perusahaan dan supply and demand. Jadi, setelah mempelajari sektor usaha, pelajarilah kinerja fundamental Perusahaan Tercatat penerbit saham.

IHSG

Amati, apakah harga buku perusahaan lebih tinggi atau lebih rendah dari harga sahamnya. Belilah saham yang harga sahamnya di bawah harga buku perusahaan. Karena berarti, saham tersebut masih rendah harganya di pasar, dibanding nilai buku perusahaan. Sehingga potensi kenaikan harga sahamnya menyamai nilai buku perusahaan lebih besar.

Ada dua strategi dalam berinvestasi saham. Strategi fundamental dan teknikal. Strategi fundamental berbasis data fundamental, dan umumnya dilakukan dalam jangka panjang. Strategi ini meyakini, pembelian saham Perusahaan Tercatat pada harga murah dengan fundamental yang bagus, akan memberikan hasil keuntungan investasi (return) besar di masa depan.

Sedangkan strategi yang kedua adalah strategi teknikal, yaitu mentransaksikan saham berdasarkan tren pergerakan harga saham Perusahaan Tercatat di BEI investor teknikal cenderung berinvestasi jangka pendek, karena memanfaatkan momentum naik turunnya harga saham untuk mendapatkan return dalam jangka pendek. Investor aktif umumnya memilih strategi teknikal. (TIM BEI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini