JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga pangan di sepanjang Oktober 2019. Hal tersebut dibuktikan dengan data bahwa pada Oktober kelompok bahan makanan justru mengalami deflasi sebesar 0,41%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan adalah seperti daging ayam ras yang mengalami kenaikan 0,05%. Kemudian disusul oleh bawang merah dengan 0,02% dan terakhir beras ketimun, tomat sayur dan jeruk dengan masing-masing inflasi 0,01%.
Baca Juga: Harga Rokok Naik Jadi Penyebab Inflasi Oktober 0,02%
"Selain penurunan ada kenaikan daging ayam ras memberikan andil kepada inflasi 0,05%. Bawang merah 0,02%," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Sementara itu untuk komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga. Misalnya cabai merah yang mengalami deflasi 0,09%, lalu ada juga telur ayam ras yang mengalami penurunan harga sebesar 0,03%.
Kemudian disusul oleh cabai rawit dengan angka inflasi 0,02%. Dan terakhir adalah ikan segar, kentang, cabe hijau, dan bawang putih masing-masing turun 0,01%.
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober 0,02%
"Jadi ada penurunan harga cabai merah ini menyumbang kepada deflasi. Ada penurunan harga komoditas cabai rawit juga yang mengalami penurunan," jelasnya.
Selain bahan makanan, pada Oktober juga ada penurunan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08%. Dari empat subkelompok ada dua yang mengalami penurunan harga.
Keduanya adalah sub kelompok transpor mengalami deflasi 0,16% dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,01%. Sedangkan subkelompok saran penunjang transportasi justru mengalami kenaikan 0,16% dan jasa keuangan juga naik 0,05%.
"Tarif angkutan udara ini menyumbang deflasi pada Oktober 2019," ucapnya.
(Feby Novalius)