nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Pembangunan Infrastruktur Papua, dari 10 Bandara Baru hingga Pegunungan Arfak

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 03 November 2019 07:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 02 320 2124887 fakta-pembangunan-infrastruktur-papua-dari-10-bandara-baru-hingga-pegunungan-arfak-79uhISjMeA.jpeg Jalan Trans Papua. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dirinya mendapat tugas untuk mengawal seluruh pembangunan infrastruktur utamanya di wilayah timur Indonesia.

Seperti di Papua, saat ini pemerintah tengah gencar membangun berbagai infrastruktur di pulau paling ujung Indonesia tersebut. Di antaranya, Jalan Trans Papua, jembatan, bandara dan lainnya.

Baca Juga: Sampai di Papua, Presiden Jokowi Bicara Pembangunan di Pegunungan Arfak

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan adanya wakil menteri diharapkan pembangunan infrastruktur bisa lebih baik lagi. Karena yang biasanya bekerja sendiri, dalam lima tahun ke depan dirinya akan mendapatkan bantuan.

“Saya kira mudah-mudahan bisa menjadi lebih bisa fokus,” ujarnya.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait infrastruktur apa yang sedang dikerjakan di Papua, Minggu (3/11/2019):

1. 10 Bandara Dibangun

Pemerintah melakukan percepatan berbagai pembangunan Infrastruktur, termasuk infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Berbagai infrastruktur prasarana dan sarana transportasi di sektor perhubungan darat, laut dan udara akan dibangun di kedua Provinsi tersebut. Kemenhub akan menggarap banyak sekali infrastruktur transportasi khususnya di sektor perhubungan udara dengan membangun dan mengembangkan 10 Bandara yaitu masing-masing 6 Bandara di Provinsi Papua yaitu Bandara Ewer, Bandara Kepi, Bandara Ilaga, Bandara Oksibil, Bandara Nabire Baru dan Bandara Mopah.

Trans Papua

Sementara 4 Bandara di Provinsi Papua Barat yaitu Bandara Rendani Manokwari, Bandara Waisai Raja Ampat, Bandara Wasior Baru, dan Bandara Baru Siboru Fak-fak.

2. 5 Pelabuhan

Di sektor perhubungan laut akan membangun sejumlah pelabuhan yaitu, Pelabuhan Depapre, Pelabuhan Nabire, Pelabuhan Pomako, Pelabuhan Moor, dan Pelabuhan Serui untuk Provinsi Papua serta Pelabuhan Kaimana di Provinsi Papua Barat.

Baca Juga: Jadi Wamen PUPR, Jokowi Tugasi Wempi Wetipo Awasi Proyek Infrastruktur

3. Akses PON Papua

Di sektor perhubungan darat juga akan dilakukan pembangunan yaitu Terminal Bus Entrop di kota Jayapura, Papua, dermaga bus air di Danau Sentani, Fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw Kabupaten Jayapura yaitu penyediaan bus dan bus air.

Pembangunan yang dilakukan juga dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Papua pada Tahun 2020.

4. Tujuan Infrastruktur di Papua

“Melalui pembangunan infrastruktur transportasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dengan semakin murahnya biaya logistik, meningkatkan efisiensi transaksi barang dan jasa, serta mendorong keberhasilan produk nasional berdaya saing,”ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Selain Papua, kata Budi, pemerintah akan terus membangun infrastruktur di seluruh pelosok, khususnya di desa, daerah pinggiran dan perbatasan guna memperkuat konektivitas nasional.

5. Pembangunan di Pegunungan Arfak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pegunungan Arfak, Papua Barat. Sesampainya di sana, Joko Widodo menceritakan bagaimana ia bisa sampai ke puncak pegunungan Arfak dengan menggunakan helikopter yang mendarat di Bandara Irai.

"Untuk sampai di sini, saya berangkat dari Bandara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, ke Bandara Rendani, Kabupaten Manokwari, dan melanjutkan perjalanan dengan helikopter yang mendarat di helipad Bandara Irai," jelasnya.

"Di Arfak, saya sempat berdialog dengan pemerintah setempat mengenai rencana percepatan pembangunan di Kabupaten Pegunungan Arfak, dan meninjau Pasar Irai. Terima kasih atas sambutan warga Arfak," tambahnya.

6. Jalan Trans Papua

Sejak tahun 2018, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.071 km telah tersambung dan terus ditingkatkan kondisinya. Hingga kini, Trans Papua yang sudah beraspal sepanjang 743 km dan sisanya masih agregat atau perkerasan tanah.

Penyelesaian Jalan Trans Papua Barat sebagai bagian dari Jalan Trans Papua adalah perwujudan dari visi Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Asal tahu saja, Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen/ruas yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (595 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini