nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesepakatan Dagang AS-China Belum Jelas, Indeks Dolar AS Naik

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 10:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 09 278 2127706 kesepakatan-dagang-as-china-belum-jelas-indeks-dolar-as-naik-JenngcMmgJ.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks Dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi selama tiga minggu pada akhir perdagangan 8 November 2019. Indeks dolar menguat di tengah kesepakatan dagang antara China dan AS yang semakin tidak jelas.

Melansri Reuters, Sabtu (9/11/2109), Presiden Donald Trump semakin memperbesar ketidakpastian. Dia mengatakan bahwa dia belum setuju untuk menurunkan tarif kepada China. Komentarnya muncul sehari setelah pejabat AS dan China dilaporkan setuju untuk menurunkan tarif barang satu sama lain dalam kesepakatan perdagangan.

Baca Juga: Dolar AS di Atas Angin, Ini Penyebabnya

Tetapi sebuah laporan juga tampaknya bertentangan dengan kabar kesepakatan AS-China. Sebuah laporan mengatakan perundingan mengalami kemunduran karena menghadapi oposisi internal yang sengit di Gedung Putih. Gagasan tentang pembalikan tarif bukan bagian dari kesepakatan antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Trump, kata sumber-sumber ini.

Juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan kepada Fox Business Network dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa tarif dapat diangkat pada barang-barang China jika kesepakatan tercapai, tetapi dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS 

Indeks dolar naik 0,2% menjadi 98,362. Ekonom pasar senior di Capital Economics Jonas Goltermann di London, percaya karena ketegangan perdagangan masih berlanjut, dolar kemungkinan akan tetap kuat.

“Meskipun kami tidak mengharapkan suku bunga relatif untuk mendorong dolar lebih jauh dalam waktu dekat, kami berpikir bahwa berlanjutnya ketegangan perdagangan dan ekonomi global yang melambat berarti bahwa dolar AS akan naik sedikit lebih jauh pada tahun 2020, ”kata Goltermann.

Dolar Kanada tergelincir terhadap greenback setelah data menunjukkan pasar kerja Kanada secara tak terduga mengalami stagnasi pada bulan Oktober, kehilangan 1.800 posisi bersih, sementara tingkat pengangguran tetap di 5,5%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini