nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS di Atas Angin, Ini Penyebabnya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 08:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 06 278 2126279 dolar-as-di-atas-angin-ini-penyebabnya-NiD7rzVOTg.jpg Dolar AS Menguat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) berada di atas angin terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Rabu waktu setempat, khususnya terhadap mata uang safe-haven tradisional.

Penguatan dolar AS ini di tengah meningkatnya harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China dan serangkaian data ekonomi AS yang solid.

 Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Peningkatan Selera Risiko

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (6/11/2019), indeks dolar AS terhadap mata uang utama berada di 97,936, setelah naik 0,37% pada hari Selasa menjadi 97,912.

Terhadap yen, dolar diperdagangkan pada 109,16 yen, turun 0,01% dari level akhir AS tetapi mendekati level tertinggi Oktober di 109,285 dan tertinggi tiga bulan di 109,25 mencapai 30 Oktober.

 Baca Juga: Dolar AS Kian Melemah Usai Pidato Terbaru dari The Fed

Franc Swiss berpindah tangan pada 0,9930 terhadap dolar setelah turun 0,5% pada hari sebelumnya, sementara emas jatuh 1,73% pada hari Selasa dan terakhir berada pada USD1,484.1 per ounce, dekat ujung bawah kisaran perdagangan selama sebulan terakhir.

Euro berdiri di USD1,1075, setelah turun 0,49% pada hari Selasa dan tidak jauh dari level terendah tiga minggu di USD1,10635 yang dicapai dalam perdagangan AS.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Sementara itu, berharap bahwa pemerintahan Trump dapat menurunkan kembali beberapa tarif yang telah dikenakan pada barang-barang dari China sebagai bagian dari fase satu kesepakatan perdagangan AS-China meningkatkan sentimen risiko di pasar keuangan.

Di sisi lain, sebuah survei pada sektor layanan AS yang besar yang diterbitkan pada hari Selasa menunjukkan sentimen bisnis telah meningkat pada Oktober dari level terendah tiga tahun pada September.

Indeks sektor non-manufaktur ISM naik menjadi 54,7 dari 52,6 pada September, mengalahkan ekspektasi pasar.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini