nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Bahan Pokok Berpotensi Naik, Mendag Fokus Kawal Pasokan Barang

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 14:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 13 320 2129334 harga-bahan-pokok-berpotensi-naik-mendag-fokus-kawal-pasokan-barang-33lzFakzjx.jpg Agus Suparmanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan mewaspadai harga pangan jelang hari raya natal dan tahun baru 2020. Pasalnya dari tahun ke tahun, pada hari raya natal dan tahun baru ini rentan terhadap lonjakan harga bahan pangan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, untuk menjaga agar harga terkandali pihaknnya akan memastikan stok saat Natal dan Tahun Baru 2020 ini tercukup. Karena kunci dari terjaganya harga ada pada pasokan.

 Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Harga Kebutuhan Pokok Rawan Naik

"Jelang hari raya besar nasional mendatang yaitu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, kita perlu semakin tingkatkan sinergi dan koordinasi untuk menjaga kecukupan stok pasokan dan harga kebutuhan barang pokok agar dalam rangka menjaga stabilitas harga," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

 Agus Suparmanto

Menurut Agus, memang pasca lebaran harga bahan pangan mengalami fluktuatif harga. Hal tersebut tidak terlepas meningkatnya permintaan terhadap bahan pokok. Ada beberapa yang mengalami penurunan harga ada pula yang mengalami kenaikan.

 Baca juga: Ritel Modern Akan Nimbrung Operasi Pasar Jelang Natal dan Tahun Baru

Meskipun sebenarnya, tidak semua harga bahan makanan mengalami kenaikan. Hanya beberapa komoditas saja yang mengalami kenaikan itupun harganya naik turun.

"Rawan gejolak pasar khususnya barang kebutuhan pokok akibat faktor peningkatan demand masyarakat. Tergambar inflasi bulanan di periode puasa lebaran yang cenderung naik," ucapnya.

 Baca juga: Pasokan BBM hingga Listrik Aman Selama Libur Tahun Baru 2019

Langkah selanjutnya adalah pihaknya akan melakukan Rapat Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan. Dalam Rakorda tersebut nantinya akan dihadiri oleh para stakeholder termasuk juga bos Perum Bulog.

Agus menjelaskan, rakorda tahun ini akan dilakukan di 15 provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali sebagai daerah yang berpotensi member andil inflasi cukup tinggi. Waktu pelaksanaan rakorda, kunjungan pasar dan gudang tersebut antara minggu kedua November dan minggu kedua Desember.

 Baca juga: Realisasi Penyaluran Uang Selama Libur Natal Tembus Rp80 Triliun

"Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan pemerintah daerah, perum bulog, satgas pangan dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok dalam rangka menghadapi natal 2019 dan tahun baru 2020, serta mengoordinasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan pihak terkait dalam menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok," jelasnya.

Nantinya dalam Rakorda tersebut dirinya akan meminta kepada setiap daerah untuk memantau harga dan pasokannya di beberapa pusat perbelanjaan. Setelah rangkaian Rakorda, pada tanggal 16-20 Desember tim Kemendag perlu melakukan pengawalan pasokan barang kebutuhan pokok dengan turun langsung ke pasar

"Untuk itu, perlu dilakukan Rakorda dan pemantauan langasung di pasar rakyat, ritel modern, serta gudang barang kebutuhan rokok," ucapnya.

Menurut Agus, tujuan dari penetrasi pasar adalah mengawal pasokan barang kebutuhan pokok dalam rangka menjaga kecukupan pasokan dan antisipasi naiknya permintaan jelang natal dan tahun baru. Selain itu dilakukan juga untuk melakukan koordinasi pemenuhan pasokan ke pasar bekerja sama dengan pengusaha penyedia barang pasokan pokok jika diperlukan.

"Tugas utama tim kemendag memastikan kebutuhan barang pokok stabil dan sesuai harga acuan yang ditetapkan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini