nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Kawin Cerai Garuda-Sriwijaya Air, Penumpang Jadi Korban

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 08:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 320 2129892 fakta-kawin-cerai-garuda-sriwijaya-air-penumpang-jadi-korban-xIcX19jRpY.jpg Pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Planetspotters)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara meminta PT Citilink Indonesia untuk mencabut gugatannya terhadap PT Sriwijaya Air Group.

Hal tersebut usai Citilink melayangkan gugatan perihal wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerjasama bisnis.

Pencabutan gugatan membuat Garuda Indonesia Group sepakat untuk kembali menjalin kerjasama manajemen dengan Sriwijaya Air Group.

Baca Juga: Kisruh dengan Garuda, Menhub: Sriwijaya Air Masih Layak Beroperasi

Tak lama berselang, kisruh hubungan kedua maskapai penerbangan kembali ramai. Sriwijaya dan Garuda dikabarkan kembali "bercerai". Hubungan kerjasama keduanya pun kini telah usai.

Okezone pun merangkum fakta-fakta "Drama Kawin Cerai Garuda dan Sriwijaya Air", Sabtu (16/11/2019):

1. Garuda-Sriwijaya Cerai Lagi

Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto menyatakan, kerja sama manajemen (KSM) antara Citilink dengan Sriwijaya dihentikan. Menurutnya, hal itu dikarenakan terdapat kondisi dan beberapa hal yang membuat kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

Sriwijaya Air

"Dengan ini kami sampaikan bahwa Sriwijaya memilih melanjutkan bisnisnya sendiri. Dengan demikian, Sriwijaya tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group," tulis Iwan.

2. Kisruh, Menhub Panggil 2 Maskapai

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikabarkan kembali berseteru atau pecah kongsi dengan Sriwijaya Air. Di mana sebelumnya kedua maskapai tersebut sempat berdamai.

Baca Juga: Penerbangan Batal, Menhub Minta Sriwijaya Air Tanggung Jawab

Merespons hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil kedua jajaran direksi Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

"Kita akan panggil mereka, untuk cari jalan keluar. Dan jangan sampai pecah kongsi lagi," ujar dia.

3. Sriwijaya Kesulitan Lakukan Penerbangan

Saat ini Sriwijaya Group masih mengoperasikan sebanyak 11 unit pesawat udara dari 30 unit pesawat udara yang dimiliki, selebihnya tidak dioperasikan dikarenakan dalam masa periode perawatan baik di GMF maupun perawatan Aircraft On Ground atau (AOG).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan bahwa Ditjen hubungan udara (Hubud) akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pesawat Sriwijaya Group yang masih beroperasi di sejumlah rute.

"Kami memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan kenyamanan calon pengguna jasa Sriwijaya Air dan Nam Air. Dan kami juga akan memastikan bahwa hak-hak calon penumpang yang batal terbang maka akan dipenuhi oleh pihak Sriwijaya Group sesuai aturan yang berlaku," ujar dia.

4. Sriwijaya Air Sendiri Lagi

Pengamat Penerbangan sekaligus Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alvin Lie mengatakan, keputusan pemegang saham Sriwijaya untuk mengakhiri kerjasama ini sama sekali tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Justru sebaliknnya, keputusan ini murni pada kondisi Sriwijaya yang saat ini sudah sehat dan cukup baik untuk mengelola perusahaan secara mandiri

"Setelah sekian lama bekerjasama, pemilik Sriwijaya saat ini merasa yakin bahwa perusahaan mereka sudah cukup baik dan sudah saatnya untuk kembali mandiri. Saya percaya Garuda Indonesia menghormati keputusan Sriwijaya ini dan mereka OK," ujarnya.

5. Kerjasama Sriwijaya-Garuda Diaudit

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKP Iswan Elmi mengatakan proses audit kerjasama keduanya sebetulnya hanya membutuhkan waktu satu hari saja. Asalkan, dari kedua belah pihak bersedia untuk dilakukan audit.

"Ya satu hari juga cukup kalau ngumpulin data asal ceplak-ceplok aja kan bisa," ujarnya.

.

Proses audit ini nantinya menyesuaikan permintaan dari kedua belah pihak. Setelah itu, pihaknya baru menganalisa satu per satu apa yang menjadi permasalahan dari keduanya dan juga dari tujuan kerjasama ini.

6. DPR Minta Kisruh Keduanya Jangan Berlarut

Anggota Komisi V Fraksi Gerindra Faisal Muharrami Saragih mengatakan, sebagai regulator Kementerian Perhubungan diminta untuk turun tangan terhadap permasalahan dua maskapai dalam negeri ini. Khususnya yang berkaitan dengan masalah operasional.

"Kami mengingatkan masalah Garuda dan Sriwijaya jangan berlarut-larut," ujarnya dalam rapat kerja di Ruang Rapat Komisi V DPR-RI, Jakarta.

Menurut Faisal, permasalahan antara Garuda dan Sriwijaya jangan sampai mengganggu operasional keduanya. Apalagi beberapa saat lagi, akan memasuki libur natal dan tahun baru 2020

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini