nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Defisit APBN Melebar, Capai Rp289,1 Triliun di Oktober 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 18 November 2019 13:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 20 2131245 defisit-apbn-melebar-capai-rp289-1-triliun-di-oktober-2019-UEA05daiZQ.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp289,1 triliun hingga akhir Oktober 2019. Angka itu setara dengan 1,80% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Realisasi defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp229,7 triliun atau 1,56% terhadap PDB.

Baca juga: Anggarannya Paling Besar, Penyerapan Kementerian PUPR Paling Rendah

"Terjadi kenaikan defisit yang cukup besar dibandingkan tahun lalu. Terhadap PDB sudah mendekati target dalam APBN 2019 yang sebesar 1,84%," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, defisit APBN hingga akhir Oktober 2019 tersebut didorong pertumbuhan penerimaan yang lebih rendah dari laju pertumbuhan belanja negara. Penerimaan negara mengalami tekanan akibat gejolak ekonomi global, utamanya pada sektor migas.

sri mulyani

"Kenaikan defisit ini terjadi karena penerimaan tertekan, utamanya migas. Juga dari PNBP (penerimaan negara bukan pajak) turut tertekan dari penerimaan nonmigas," jelas dia.

Penerimaan negara tercatat sebesar Rp1.508,9 triliun atau 69,7% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini hanya tumbuh 1,2% dibandingkan periode akhir Oktober 2018 sebesar Rp1.481,1 triliun.

Baca juga: Rapat Perdana dengan DPR, Sri Mulyani Bahas Realisasi APBN 2019

Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.798 triliun atau sudah 73,1% dari pagu APBN 2019 sebesar Rp2.461,1 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 4,5% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.720,8 triliun.

Adapun keseimbangan primer hingga akhir Oktober 2019 pun tercatat defisit sebesar Rp68,4 triliun, naik dari realisasi periode sama di tahun lalu yang mengalami defisit sebesar Rp16,5 triliun.

Untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga Oktober 2019 sebesar Rp373,4 triliun atau mencapai 126,1% dari pagu APBN 2019 yang sebesar Rp296 triliun. Pembiayaan ini lebih tinggi 15,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp323,1 triliun.

 sri mulyani

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil menyatakan, defisit hingga akhir 2019 akan mengalami pelebaran dari 1,84% yakni di kisaran 2%-2,2%. Hal itu ditandai dengan pembiayaan anggaran yang berasal dari utang sudah mencapai Rp384,5 triliun atau mencapai 107% dari pagu dalam APBN yang sebesar Rp359,3 triliun.

"Saat ini kami lihat akan ada pelebaran defisit. Itu terlihat dari pembiayaan utang yang sudah mencapai Rp384,5 triliun, angka itu tumbuh 14,2% dari tahun lalu," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini