nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Akan Beri Kapal Bekas Pencuri Ikan ke Nelayan

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 18:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 320 2131890 pemerintah-akan-beri-kapal-bekas-pencuri-ikan-ke-nelayan-nJRYdaBwbr.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo dan Dubes China (Foto: KKP)

JAKARTA – Pemerintah berencana untuk menghibahkan kapal-kapal pencuri ikan yang terlantar. Akan tetapi, harus sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) kepada nelayan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, kapal-kapal tersebut akan berguna dan bermanfaat. Namun, harus diputuskan kapal illegal tersebut sudah inkrah.

 Baca juga: Kapal Sitaan Tak Lagi Ditenggelamkan? Menko Luhut Panggil Sri Mulyani dan Edhy Prabowo

“(Nanti) arah mau gimana, akan diserahkan ke mana, misalnya untuk dihibahkan ke nelayan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, seperti dikutip laman setkab.go.id, Selasa (19/11/2019).

 Kapal Ilegal (Dok KKP)

Menurut Edhy, saat ini terdapat 72 kapal yang sudah inkrah. Dari 72 kapal itu, sebanyak 35 kapal dalam kondisi baik, 6 kapal harus dimusnahkan, dan sisanya dalam kondisi kurang baik.

 Baca juga: Nasib Titipan Susi Pudjiastuti, Menteri Edhy Stop Penenggelaman Kapal?

Ia menambahkan, pemerintah masih akan mempertimbangkan siapa-siapa saja yang akan menerima hibah kapal. Penerima hibah kapal bisa jadi nelayan, koperasi, pemerintah daerah, hingga kampus untuk kebutuhan pelatihan akademisi.

Jika rencana penghibahan sudah bulat, pemerintah akan tetap memantau agar kapal itu digunakan dan tidak dijual.

 Baca juga: Cerita Wapres JK soal Bajak Laut Somalia: Itu Karena Nelayan Marah

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan pemerintah juga sedang mencari solusi untuk mengurusi kapal-kapal eks perusahaan asing yang terbengkalai di pelabuhan.

“Harus ada jalan keluarnya untuk kapal eks asing agar tidak memenuhi tempat,” tambahnya.

Menteri kelahiran Sumatra Selatan ini juga menyatakan, ada kapal yang dipesan oleh pengusaha, tapi saat tiba di tanah air aturannya berubah sehingga tidak dapat melaut.

Ia berharap, jika penghibahan kapal-kapal yang masih bagus akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh nelayan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini