nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Pramugara Layani Nenek Berusia 117 Tahun, Lion Air Angkat Bicara

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 17:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 320 2132803 viral-pramugara-layani-nenek-berusia-117-tahun-lion-air-angkat-bicara-lZ3wQgnhex.jpg Pesawat Lion Air. (Foto: Okezone.com/Lion Air)

JAKARTA - Masih ingatkah kalian pada sosok pramugara yang melayani seorang nenek tua di pesawat? Menariknya, tidak hanya melayani, melainkan juga memberi cinta dan kasih sayang pada wanita tua ini.

Lebih-lebih, aksinya menjadi viral karena disebarkan melalui Twitter dalam bentuk video oleh salah satu akun. Para netizen pun bertanya-tanya, sebenarnya siapa nama dari pramugara tersebut dan dari maskapai mana Dia sebenarnya.

Usut punya usut, ternyata pramugara itu bernama Donny Prima Yuszela. Tidak hanya itu, maskapai penerbangan dari Donny juga terungkap, yakni Lion Air. Hal ini diutarakan oleh pihak Lion Air melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Terima Uang Lion Air dan Boeing, Ahli Waris Tetap Bisa Ajukan Penuntutan

"Member of Lion Air Group menyampaikan terima kasih, apresiasi setinggi-tingginya kepada awak pesawat serta salah satu kabin kru (pramugara) bernama Donny Prima Yuszela sebagai pimpinan awak kabin (senior flight attendant/ SFA) dengan menunjukkan kinerja terbaik dalam penerbangan JT-862 yang melayani dari Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) tujuan Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (PKY)," tulis Lion Air dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, bocoran tentang nenek tua yang dilayani oleh Donny juga terungkap. Rupanya, nenek tersebut telah berusia 117 tahun yang harus menjalani kegiatan sehari-harinya menggunakan kursi roda.

Pramugara Lion Air

"Sebelum keberangkatan seluruh awak pesawat mendapatkan informasi, dalam penerbangan JT-862 terdapat satu penumpang wanita (117 tahun) yang menggunakan kursi roda. Untuk itu, awak kabin bersiap dalam penanganan penumpang dimaksud," lanjut keterangan tersebut.

Kemudian, Lion Air juga membeberkan apa saja yang sebenarnya terjadi saat kejadian. Sesuai prosedur, Donny menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawab seorang SFA.

Baca Juga: Soal Kecelakaan Pesawat Max 737, Bos Boeing Tolak Mengundurkan Diri

"Seluruh prosedur sudah dilakukan, namun penumpang tersebut tidak berkenan mengenakan sabuk pengaman ketika mulai duduk. Dalam kondisi ini, SFA Donny Prima tetap melakukan pengawasan. Setelah peragaan keselamatan (safety demo) selesai, SFA Donny Prima menghampiri dengan memberikan penjelasan pentingnya penggunaan sabuk pengaman pada kursi, demi alasan keselamatan dan keamanan perjalanan udara. Seketika penumpang itu berkenan dan dibantu menggunakan sabuk pengaman," jelasnya.

"Ketika pesawat sudah mengudara dan tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan (seat belt off), SFA Donny Prima melakukan pengecekan situasi dalam kabin dan kembali menghampiri penumpang dimaksud. SFA Donny melakukan pendekatan secara persuasif terutama mengenakan sabuk pengaman sesuai dengan aturan keselamatan. Hal ini bertujuan agar perjalanan udara menyenangkan dan upaya memberikan pelayanan terbaik (hospitality) serta wujud dari tanggungjawab profesi awak kabin. Setibanya di Bandar Udara Tjilik Riwut, seluruh kru kembali menjalankan prosedur terhadap penumpang tersebut," tambahnya.

Bagaimanapun juga, Lion Air menyampaikan setiap awak kabin harus mematuhi aturan ketat serta sudah terlatih dalam membantu penumpang. Itu adalah salah satu syarat yang harus dikuasai sebagai petugas bagian keselamatan penerbangan (safety officer) dan mampu melayani secara baik berdasarkan buku manual (manual book).

"Sikap dan sifat penuh kepedulian sebagai rasa sosial yang tinggi juga diterapkan, dengan demikian harus pandai berteman dengan cepat, mengucapkan hal positif serta tetap mengedepankan aspek keramah-tamahan dan kesopan-santunan," pesan Lion Air.

"Awak kabin berkewajiban dalam membantu dan menjaga seluruh penumpang. Oleh karena itu, wajib mengetahui dan mengenali perilaku awal (profiling) secara cepat setiap penumpang. Dengan latar belakang penumpang yang beragam, awak kabin tetap membantu dengan tulus," tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini