LPG di RI 70% Masih Impor

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 320 2134556 lpg-di-ri-70-masih-impor-tz5ryrBxdl.jpg Dirut Pertamina Nicke Widyawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku saat ini impor Liquid Petroleum Gas (LPG) masih sangat tinggi. Tercatat 70% LPG masih impor dari luar negeri.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, untuk mengurangi angka impor ini perlu adanya inovasi agar bisa shifting dengan bahan baku yang ada di dalam negeri. Misalnya saja dengan penggunaan batu bara.

Baca Juga: Ahok Tampil Perdana sebagai Komisaris Utama Pertamina

"70% LPG ini masih diimpor karena itu dengan sumber daya batu bara dan teknologi yang proven," ujarnya dalam acara Pertamina Enegi Forum di Hotel Raflless, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Pertamina Energy Forum

Saat ini, lanjut Nicke, pihaknya bersama dengan PT Bukit Asam untuk mengembangkan gasifikasi batu bara. Lagi pula lanjut pengembangan gasifikasi batu bara untuk LPG ini sebenarnya sudah dilakukan beberapa negara.

Baca Juga: Gaji Ahok Rp3,2 Miliar, Pertamina: Hoax!

"Pertamina dan Bukit Asam kembangkan gasifikasi batu bara untuk substitusi LPG. Pada 2018 kita gali lebih dalam pengalaman negara lain dan pemilik teknologi, Pertamina dan PTBA kembangkan gasifikasi batu bara," jelasnya.

Langkah selanjutnya untuk mengurangi impor migas adalah dengan cara mulai masuk ke biorefinery dari kelapa sawit. Pertamina sendiri mengaku siap untuk mengimplementasikan kebijakan B30

"Kita harapkan dari inisiatif lain dari potensi domestik kita terus lakukan eksplorasi processing fuel ethanol maupun bioethanol," jelasnya.

Langkah lainnya adalah dengan melakukan revolusi industri dalam eksploitasi penggunaan Sumber Daya Alam (SDA). Menurutnya, eksploitasi besar-besaran ini menyebabkan adanya perubahan iklim yang arus dicari solusinya.

"Revolusi industri eksploitasi penggunaan SDA jadi eksploitasi besar-besaran, akhirnya terjadi keterbatasan sumber daya, akibatkan climate change. Ini yang harus dicari solusi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini