Bos Pertamina : Kuota Solar Subsidi Habis Akhir Bulan Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 320 2134687 bos-pertamina-kuota-solar-subsidi-habis-akhir-bulan-ini-BAY8V44eRp.jpg BBM Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina menyebut saat ini kuota solar subsidi pada tahun ini sudah menipis. Diperkirakan kuota solar subsidi pada tahun ini akan habis pada akhir November nanti.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, konsumsi solar subsidi lebih tinggi dari kuota yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019. Semula kuota solar subsidi tahun ini ditetapkan sebesar 14,5 juta kiloliter (KL).

 Baca juga: Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang Drone, Apa Dampaknya ke Harga BBM?

‎"Solar subsidi memang betul realisasi penjualan melebihi kuota, kalau dihitung akan habis akhir November,"‎ ujarnya saat ditemui di Hotel Rafles, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

 Dirut Pertamina Nicke

Menurut Nicke, akan habisnya solar subsidi ini membuat pemerintah berencana menambah kuotanya. Pemerintah melaui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memutuska‎n untuk menambah kuota solar subsidi.

 Baca juga: Pemerintah Akan Naikkan Harga Solar di 2020?

Nicke menambahkan, setelah adanya kepastian tesebut, Pertamina kembali menyalurkan solar subsidi kembali. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir lagi ada kenaikan harga solar.

‎"Dari ESDM dan BPH Migas sudah menyampaikan ke semua pihak ditambah kuotanya. Persediaan ada saat pemerintah akan menambah kami menyalurkan lagi," jelasnya.

 Baca juga: Pemerintah Akan Naikkan Harga Solar di 2020?

Sebagai informasi, ‎kuota solar bersubsidi tahun ini secara nasional sebanyak 14,5 juta kiloliter (KL) atau lebih kecil dibandingkan dengan 2018 sebanyak 15,62 juta KL dengan realisasi sebanyak 15,58 juta KL.

Sementara itu, realisasi penyaluran solar bersubsidi sampai 25 September 2019 sebanyak 11,67 juta KL atau 80,46% dari kuota. Normalnya, realisasi per 25 September 2019 seharusnya sekitar 73,42% dari kuota.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini