Fakta Terkini Sriwijaya-Garuda Indonesia, Sudah Waktunya Berpisah

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 320 2135596 fakta-terkini-sriwijaya-garuda-indonesia-sudah-waktunya-berpisah-bWY5TUCDFp.jpg Sriwijaya Air. (Foto: Okezone.com/Sriwijaya Air)

JAKARTA - Sejak beberapa waktu lalu, dua maskapai asal Indonesia Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group terlibat perselisihan. Pasalnya, mereka terus menerus "putus-nyambung" tiada henti.

Namun, pada akhirnya hubungan kerjasama antara kedua belah pihak yang telah mereka jalin resmi berakhir.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun memastikan, hubungan kerjasama antara Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group telah berakhir. Kedua pihak maskapai penerbangan sudah menyepakati untuk tidak melanjutkan kerjasama manajemen (KSM).

Baca Juga: Cerai dengan Garuda, Sriwijaya Air Harus Lunasi Utang

"Sriwijaya sudah split (pisah) dengan Garuda Indonesia. Jadi enggak (berlanjut kerjasama 3 bulan), sudah pisah sekarang," ungkapnya di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta.

Dengan demikian, hal ini sekaligus memastikan, Sriwijaya dan Garuda Indonesia tidak melanjutkan kerjasama selama 3 bulan ke depan seperti yang disarankan pemerintah dalam rapat koordinasi pada 7 November 2019 lalu.

Garuda Indonesia

Namun, kini, bagaimana kabar antara Sriwijaya dan Garuda Indonesia? Dirangkum oleh Okezone, Sabtu (30/11/2019), berikut beberapa fakta soal kabar terkini Sriwijaya-Garuda.

1. Cerainya kedua belah pihak merupakan sinyal positif

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa berakhirnya hubungan kerja sama antara Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group akan menimbulkan sisi positif sendiri bagi keduanya.

Baca Juga: Cerai dengan Garuda, Menhub Pantau Laporan Keuangan Sriwijaya Air

"Pemisahan maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air ini lebih positif. Artinya terjadi persaingan harga yang baik," ujar Budi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta.

2. Meminta laporan keuangan Sriwijaya secara berkala

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan Sriwijaya Air tetap memenuhi standar pelayanan setelah resmi bercerai atau berpisah dengan Grup Garuda Indonesia.

"Salah satunya yakni, meminta perusahaan memberikan laporan keuangan secara berkala. Pasalnya dari laporan keuangan bisa terlihat kemampuan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya," ujar dia di Jakarta.

3. Posisi keuangan Sriwijaya Air tidak jelas

Menhub Budi pernah mengaku tidak mengetahui posisi keuangan Sriwijaya Air seperti apa.

"Itu sudah klarifikasi dan menyaksikan kinerjanya. Maka Sriwijaya Air dapat melakukan kegiatan. Dan soal laporan keuangan, kami paling tidak tahu posisi keuangan Sriwijaya Air sepeti apa," tutur dia.

Sriwijaya Air

4. Sriwijaya harus lunasi utang ke Garuda

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah resmi cerai dengan Sriwijaya Air. Garuda Indonesia pun menginginkan Sriwijaya Air harus melunasi utang-utangnya.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, Sriwijaya Air masih berutang biaya operasional ke Garuda Maintenance Facilities (GMF). Tapi, dirinya enggan menjelaskan berapa jumlahnya dan bagaimana pembayarannya.

"Kalau ke kita (utang) hanya ke GMF, tak ada utang ke Garuda Indonesia," ujar dia di Kementerian BUMN Jakarta.

5. Sriwijaya sedang usahakan perbaikan pembayaran utang

Menurut dia, Sriwijaya Air saat ini sedang melakukan restrukturisasi utang atau upaya perbaikan pembayaran utang. "Kewajiban para pihak sudah jelas, dia (Sriwijaya) kan udah punya restrukturisasi utang," kata dia.

6. Sudah saatnya kembali mandiri

Pengamat Penerbangan sekaligus Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alvin Lie mengatakan, keputusan pemegang saham Sriwijaya untuk mengakhiri kerjasama ini sama sekali tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Justru sebaliknya, keputusan ini murni pada kondisi Sriwijaya yang saat ini sudah sehat dan cukup baik untuk mengelola perusahaan secara mandiri

"Setelah sekian lama bekerjasama, pemilik Sriwijaya saat ini merasa yakin bahwa perusahaan mereka sudah cukup baik dan sudah saatnya untuk kembali mandiri. Saya percaya Garuda Indonesia menghormati keputusan Sriwijaya ini dan mereka OK," ujarnya melalui keterangan tertulis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini