nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 5%, Jokowi: Patut Disyukuri

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 13:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 10 20 2140135 pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hanya-5-jokowi-patut-disyukuri-lyTxzW1Jki.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ekonomi Indonesia masih tumbuh di kisaran 5%. Ekonomi masih terimbas kondisi perekonomian global saat ini yang masih dalam kondisi tidak stabil.

Capaian pertumbuhan ekonomi ini pun tidak terlepas dari kinerja semua pihak. Oleh karena itu, Kepala Negara meminta pertumbuhan ekonomi sebesar 5% disyukuri oleh masyarakat.

Baca Juga: Libur Nataru hingga Belanja Kementerian Pacu Ekonomi RI di Kuartal IV

Menurutnya, ketidakpastian global saat ini masih mengintai perekonomian dunia. Misalnya perang dagang yang tak kunjung berakhir, lalu ancaman resesi ekonomi dunia hingga keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Pertumbuhan Ekonomi

"Saya kira apa yang kita usahakan di negara kita ini masih bisa tumbuh 5% lebih sedikit, ini kerja keras yang patut disyukuri," ujarnya dalam acara rakornas TPKD di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga: Jurus BI Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Bank Biayai Infrastruktur

Bahkan, lanjut Presiden, tidak semua negara di dunia seberuntung Indonesia. Beberapa negara yang semula memiliki ekonomi tinggi kini mulai terpuruk.

Sebagai contohnya negara seperti Amerika Serikat. Saat ini pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat berada dikisaran 2,1% pada kuartal III-2019.

Lalu ada China yang mana sebelum ketidakpastian global selalu tumbuh double digit. Namun karena ketidakpastian global kini ekonomi China berada di angka sekira 6%

Di luar negara tersebut, ada juga negara yang mengalami resesi ekonomi. Salah satu contohnya adalah Hong Kong, Turki, Jeman, Argentina hingga Meksiko.

"Ekonomi meski tekanan global berat, kita masih bisa tumbuh 5% lebih dikit, ini patut disyukuri, karena banyak negara yang tadinya 7%, masuk resesi, jadi minus di bawah 0%. Ada negara yang 10% jadi 6%," kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini