nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi ke Pemegang Sertifikat Tanah: Kalau Pinjam ke Bank Betul-Betul Dihitung

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 10:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 19 470 2143716 presiden-jokowi-ke-pemegang-sertifikat-tanah-kalau-pinjam-ke-bank-betul-betul-dihitung-WiBb9iU5RV.jpeg Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah di Telaga Kramat, Tarakan, Kaltara. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingatkan semua masyarakat untuk memperhatikan kemampuan bayar bila memutuskan pinjam di bank. Apalagi saat ini banyak orang yang menyerahkan sertifikat tanah miliknya sebagai jaminan untuk meminjam uang dari bank.

Jokowi tidak mempermasalahkan tindakan tersebut. Tapi mengingatkan agar masyarakat yang meminjam uang di bank menghitung dengan benar jumlah pinjaman yang didapat dan angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya.

“Kalau mau pinjam ke bank itu betul-betul direncanakan, dihitung, dikalkulasi, yang paling penting itu,” kata Presiden Joko Widodo, dilansir dari Setkab, Kamis (19/12/2019).

Baca Juga: Jokowi: Saya Tahu Betapa Sulit Urus Sertifikat Tanah

Jokowi menyerahkan sertifikat tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Gedung Tenis Indoor Telaga Kramat, Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Rabu 18 Desember 2019. Dalam kesempatan tersebut, sebagian warga rencananya akan menggunakan sertifikat tanah yang diterimanya untuk menjadi jaminan pinjaman di bank. Uang yang mereka pinjam itu akan digunakan untuk menambah modal usaha.

Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah Kepada Warga Bogor

Menanggapi hal itu, Kepala Negara mengingatkan bahwa meminjam di bank ada risiko yang harus dihadapi.

“Jadi diitung betul, oh saya pakai usaha ini, sebulan kira-kira bisa untung sekian, sehingga saya bisa nyicil rutin, bisa mengangsur, terus tinggal nanti bisa lunas, gitu,” tuturnya.

Baca Juga: Menteri ATR Pastikan 8 Juta Sertifikat Tanah Sudah Dibagikan Masyarakat

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, sertifikat tanah yang diserahkannya kepada warga adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki mereka.

Dia menjelaskan, dari kunjungannya ke tiap tempat, dirinya selalu menerima laporan sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, ataupun konflik lahan. Maka dari itu, sertifikat adalah kuncinya.

Dengan memiliki sertifikat, tidak ada lagi yang bisa mengaku-ngaku tanah yang tidak sesuai dengan nama di sertifikat.

“Ada yang ngaku-ngaku ini tanah saya, bukan, tanah saya, ini buktinya, meter perseginya ada di dalem di sini, nama pemegang hak ada di sini, luasnya ada di bawah, di sini. Mau apa kalau udah pegang ini mau apa? Gak bisa apa-apa, balik dia,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi berpesan kepada warga, sertifikat yang sudah mereka dapatkan agar disimpan di tempat yang aman.

“Asli yang di sini, fotokopi yang di sini. Nanti kalau ada hilang yang asli hilang, masih megang fotokopi,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini