nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Rombak Komisaris Pertamina, Ahok Rangkap Jabatan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 23 320 2145272 erick-thohir-rombak-komisaris-pertamina-ahok-rangkap-jabatan-qVKYITrN68.jpg Ahok Komut Pertamina (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan jajaran Komisaris PT Pertamina (Persero). Perombakan jajaran Komisaris ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari ini lewat Surat Keputusan Menteri BUMN.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, dalam RUPS tersebut diputuskan untuk mengangkat Isa Rachmatarwata sebagai Komisaris Pertamina. Isa menggantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Pertamina.

“Pak Suahasil, komisaris aja kemudian diberhentikan digantikan pak Isa yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN),” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca Juga: Ahok Jadi Komut dan Sumber Kekacauan Terbanyak di Pertamina

Selain itu lanjut Fajriyah, lewat keputusan ini Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjabat juga sebagai Komisaris Independen. Artinya, Ahok akan menjabat dua jabatan sekaligus sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen.

Surat keputusan yang dikeluarkan pada hari ini juga secara automatis menggugurkan keputusan RUPS pada November lalu. Pada RUPS November Ahok hanya menjabat sebagai Komisaris Utama.

Baca Juga: Ahok Jadi Komut, Ini Susunan Lengkap Direksi-Komisaris Baru Pertamina

“Kemudian mengubah keputusan Kementerian BUMN yang November di mana jabatannya pak Komut Basuki Tjahaja Purnama dari sebelumnya Komut jadi Komut atau Komisaris Independen. Itu aja,” kata Fajriyah.

 Ahok

Fajriyah menjelaskan meskipun Ahok menjabat sebagai Komisaris Independen juga bukan berarti menggantikan posisi Alexander Lay sebagai Komisaris Independen. Justru nantinya Komisaris Independen akan diisi oleh dua nama.

Menurut Fajriyah, sesuai peraturan Menteri BUMN jabatan komisaris di Pertamina sekurang-kurangnya harus diisi oleh 20% Komisaris Independen, sehingga tidak masalah jika Komisaris Independen diisi oleh dua nama.

“Which is kalau Pertamina saat ini kita sudah punya pak Alexander lay sebagai Komisaris Independen sekarang ditambah satu pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Independen jadi sudah mencukupi sesuai peraturan,” katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini