nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penumpang Turun, Kenapa Maskapai Masih Untung?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 Januari 2020 08:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 31 320 2147872 penumpang-turun-kenapa-maskapai-masih-untung-5vsMHvXvTK.jpg Pesawat (Reuters)

JAKARTA - Jumlah penumpang yang turun ternyata tidak berpengaruh terhadap bisnis maskapai penerbangan. Sebab,hingga saat ini sebagian besar maskapai justru masih bisa meraup untung.

Salah satu contohnya adalah keuangan Garuda Indonesia yang berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD3,54 miliar dengan laba bersih USD122,42 juta di kuartal III-2019. Pada periode yang sama tahun lalu, GIAA justru mengalami kerugian sebesar USD114,08 juta

 Baca juga: Tarif Tol Bisa Naik, Kok Tiket Pesawat Enggak Boleh Mahal?

Pengamat Penerbangan lainnya Gatot Raharjo mengatakan, penyebab mengapa maskapai seperti Garuda Indonesia masih untung adalah karena tiket pesawat yang masih mahal. Meskipun masih berada di bawah Tarif Batas (TBA) namun kenaikan 30% sudah cukup untuk menutupi pengurangan pendapat dari penurunan jumlah penumpang.

 Pesawat

"Kenapa tiket enggak turun? Ya karena maskapai tidak mau menurunkan. Dengan kenaikan harga tiket yang sekitar 30%, masih bisa menutupi pengurangan pendapatan dari jumlah penumpang yang turun sekitar 20%," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (1/1/2020).

 Baca juga: Ada Kereta Cepat hingga Jalan Tol, Bagaimana Nasib Bisnis Penerbangan?

Ditambah lagi lanjut Gatot, maskapai juga mulai mengurangi jumlah frekuensi penerbangannya. Biasanya rute penerbangan yang ditutup merupakan rute yang sepi penumpang.

Dengan ditutupnya beberapa rute penerbangan, maka biaya operasional maskapai juga mulai berkurang. Berkurangnya biaya operasional berimbas pada keuangan maskapai yang membaik.

 Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya?

"Dan lagi, dengan pengurangan frekuensi penerbangan karena penumpang berkurang, maka biaya produksi maskapai juga bisa ditekan. Jadi jangan heran walau jumlah penumpang turun, maskapai justru dapat untung. Maskapai butuh untung untuk menutupi finansial dan biaya operasi yg bengkak," jelasnya.

Gatot pun menjelaskan kondisi keuangan maskapai yang merah beberapa tahun lalu. Menurut Gatot, keuangan maskapai yang buruk pada beberapa tahun lalu disebabkan oleh perang harga yang dilakukan perseroan.

"Finansial turun karena perang harga di tahun-tahun lalu. Sedangkan operasional bengkak karena faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berpengaruh pada harga avtur, biaya sewa pesawat, suku cadang dan lain-lain," ucap Gatot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini