nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Kereta Cepat hingga Jalan Tol, Bagaimana Nasib Bisnis Penerbangan?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 15:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 22 320 2144867 ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan-4D4ml1FC8x.jpg Bandara (Shutterstock)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mewaspadai adanya moda transportasi seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya. Pasalnya, dengan adanya moda transportasi kereta cepat Jakarta-Surabaya ini bisa mengancam bisnis penerbangan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini bisnis penerbangan memasuki era baru. Di mana, masyarakat memiliki banyak alternatif transportasi umum yang bisa digunakan.

 Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya?

"Saat ini itu memasuki new (baru), kondisi normal yang baru itu seperti ini. Tol trans Jawa sudah tersambung. Kita mengawasi jalan tol trans Jawa, trans Sumatera," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).

 Bandara Soetta (Okezone)

Meskipun begitu lanjut Awal, dirinya optimis transportasi udara masih akan menjadi primadona masyarakat. Karena waktu tempuh yang relatif lebih singkat apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang mayoritas merupakan kepulauan.

 Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya?

"Masih akan jadi primadona. Karena pertama kecepatan karena negara kita kan negara kepulauan," ucapnya.

Di sisi lain, Awal juga berharap agar perekonomian bisa tetap tumbuh tinggi. Karena erat kaitannya antara perekonomian yang maju dengan daya beli masyarakat termasuk pada bisnis penerbangan.

"Kondisi ekonomi membaik maka daya beli membaik," ucapnya.

 Baca juga: First Class dan Business Jadi Andalan Maskapai, Buntung atau Untung?

Sementara itu, Direktur Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, adanya kereta cepat Jakarta-Surabaya akan berpengaruh pada bisnis penerbangan. Khususnya untuk penerbangan dengan rute dari Jakarta menuju Surabaya.

Selain itu, adanya perbaikan infrastruktur seperti jalan tol juga sangat mempengaruhi. Sebagai salah satu contohnya, adalah untuk rute penerbangan dari dan menuju Medan yang mengalami penurunan seiring adanya tol Trans Sumatera.

"Kalau di Jawa (penurunan penumpang) akibat infra darat yang membaik. Jalan tol naiknya cukup tinggi. Baru kasus seperti ini. Kalau Jakarta-Surabaya ada Kereta cepat abis rute penerbangan Jakarta Surabaya," kata Djoko.

Namun lagi-lagi Djoko optimis industri penerbangan dalam negeri masih akan tumbuh tinggi. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa, pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia masih relatif lebih tinggi.

"Pada saatnya mereka akan demand ini akan tumbuh terus. Pada saatnya akan tumbuh terus. Pertumbuhan transportasi udara masih cukup dominan. Eropa pertumbuhannya enggak sampai 3%. Indonesia masih 4%," kata Djoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini