nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akibat Banjir Kerugian Pengusaha Ritel Capai Rp1 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 19:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 04 320 2149317 akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun-yTIsijU4Ye.jpg Ilustrasi Kerugian Pengusaha Ritel Akibat Banjir (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Banjir yang terjadi di sejumlah kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) pada awal tahun 2020, membuat kerugian besar bagi pengusaha ritel. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebut kerugian akibat banjir mencapai Rp1 triliun.

Kerugian itu berdasarkan perhitungan sementara jumlah toko yang tutup akibat banjir dengan jumlah penduduk yang terdampak banjir. Serta dengan memperhitungkan rata-rata pengeluaran masyarakat pada akhir tahun.

"Potensi kerugian akibat tidak adanya transaksi karena toko tutup akibat banjir," ujar Roy kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

Mobil-Mobil yang Menumpuk Pascabanjir di Pondok Gede Permai Bekasi

Menurutnya, untuk wilayah Jakarta tercatat 300 toko ritel yang tutup, itu hanya ritel yang tergabung dalam Aprindo. Sementara jumlah masrakat yang terdampak banjir tercatat mencapai 32.000 orang.

Roy menyatakan, jika konsumsi per orang saja biasanya Rp100.000 pada malam tahun baru, maka potensi kerugian mendekati Rp1 triliun.

"Berarti kan 32.000 orang ini kalau transaksi saja minimal Rp100 ribu dan 300 toko tutup, potensi kerugiannya itu kan hampir Rp1 tiliun," jelasnya.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Basuki Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan di Pertengahan Januari

Dia mengatakan, nilai kerugian itu dapat bertambah signifikan kedepannya. Lantaran, nilai tersebut belum memperhitungkan kerugian pada ritel-ritel yang ada di dalam mal di wilayah Jakarta.

Banjir mungkin tak membuat mal tutup karena tak masuk ke dalam gedung, namun jalan akses menuju mal yang terendam banjir menghalangi konsumen. Masayrakat lebih memilih mengurungkan niat pergi mal karena sebagian besar jalan terendam.

"Artinya meskipun mal buka tapi tidak ada pembelian di toko-toko ritel dalam mal itu," katanya.

Jalan Panjang Masih Terendam Banjir

Selain itu, nilai kerugian juga akan muncul akibat perlunya renovasi toko usai banjir, barang-barang toko khususnya elektronik yang rusak, produk-produk yang terbuang karena rusak, serta kerugian akibat harus kembali mengisi pasokan produk di toko.

"Jadi nilai kerugian bisa bertambah signifikan melebihi nilai Rp1 triliun itu," katanya.

Baca Juga: Dampak Banjir, 300 Toko Ritel di Jakarta Tutup

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini