Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target Rp213,1 Triliun, Rokok Mendominasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 20 2150369 penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi-tqma6dz8m1.jpg Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja penerimaan negara dari bea cukai melampaui target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Hingga akhir tahun penerimaan bea cukai mencapai Rp213,1 triliun, melampaui target yang ditetapkan senilai Rp208,8 triliun.

Baca Juga: Sisa 1,5 Bulan, Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp165,4 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penerimaan itu terdiri cukai senilai Rp172,3 triliun atau tumbuh 8% dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut melebihi target yang ditetapkan dalam APBN senilai Rp165,5 triliun.

"Untuk Bea Cukai di 2019 masih cukup baik kinerjanya, itu terlihat dari penerimaan dari cukai hasil tembakau," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Rokok Jadi Andalan, Penerimaan Cukai di Desember Bisa Raup Rp30 Triliun

Penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga akhir Desember 2019 tercatat senilai Rp164,8 triliun. Angka itu melebihi target yang ditetapkan dalam anggaran negara yang sebesar Rp158,8 triliun.

Kemudian, penerimaan cukai dari minuman mengandung etil alkohol (MMEA) hingga akhir 2019 mencapai Rp7,3 triliun. Realiasi tersebut melebihi target yang di patok sebesar Rp5,9 triliun.

Serta penerimaan cukai dari etil alkohol (EA) hingga akhir Desember 2019 tercatat mencapai Rp120 miliar. Realisasi penerimaan tersebut masih di bawah target yang sebesar Rp160 miliar.

"Kinerja baik di sektor cukai ini juga didukung penindakan atas peredaran rokok ilegal yang berhasil ditekan dari yang di atas 7% dan sekarang minta peredaran rokok ilegal di bawah 3%," ungkap Sri Mulyani.

Sementara itu, penerimaan dari sisi kepabeanan hingga akhir tahun 2019 mengalami tekanan lantaran lesunya aktivitas perdagangan internasional. Kondisi itu berdampak pada penerimaan dari bea masuk dan bea keluar yang tidak mampu memenuhi target.

Penerimaan bea masuk tercatat mencapai Rp37,4 triliun, masih di bawah target yang sebesar Rp38,9 triliun dan terkontraksi dengan pertumbuhan negatif 4,27%. Serta penerimaan dari bea keluar mencapai Rp3,4 triliun, di bawah target yang mencapai Rp4,4 triliun dan tumbuh negatif 48,5%.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini