Share

Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang dengan Sewa Jet Pribadi Rp4,8 Miliar

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Okezone · Selasa 07 Januari 2020 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 320 2150354 mantan-bos-nissan-calos-ghosn-kabur-dari-jepang-dengan-sewa-jet-pribadi-rp4-8-miliar-8yLeUiEg47.jpeg Carlos Ghosn. (Foto: Okezone.com/Dok. CNBC)

JAKARTA - Kasus mantan Bos Nissan Carlos Ghosn berbuntut panjang, usai produsen mobil asal Jepang tersebut membawa kasus ini ke ranah hukum. Tak hanya itu, terungkap juga bahwa Carlos Ghosn pernah menyewa pesawat senilai Rp4,88 miliar.

Carlos Ghosn menempuh perjalanan dari Osaka, Jepang ke Istanbul, Turki dengan jet pribadi. Perusahaan penyewa pesawat yang terdaftar di Dubai setuju dengan pembayaran sebesar USD350 ribu setara Rp4,88 miliar (kurs Rp13.964 per USD). Untuk dua penerbangan, satu dari Dubai di Uni Emirat Arab ke Osaka dan dari Osaka ke Istanbul.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Carlos Ghosn, Eks Bos Nissan yang Keluar Masuk Penjara dan Kini Jadi Buronan

Melansir CNBC, Selasa (7/1/2019), diungkap bukti pembayaran awal sebesar USD175 ribu atau setengah dari total biaya untuk dua penerbangan.

Jet pribadi, Bombardier Global Express membawa Ghosn pergi dari Jepang pada pukul 11.09 malam pada 29 Desember 2019. Dengan jangkauan 7.077 mil, pesawat akan mudah dalam melakukan penerbangan 5.430 mil dari Osaka ke Istanbul.

Baca Juga: Kabur dari Jepang dan Jadi Buronan, Nissan Tetap "Kejar" Carlos Ghosn

Menurut Wall Street Journal, pesawat itu cukup besar untuk menyimpan koper untuk Ghosn bersembunyi selama penerbangan dari Jepang ke Turki. Koper itu sekarang dalam tahanan para penyelidik di Turki.

MNG Jet yang mengoperasikan pesawat, telah membantah bahwa Bombardier yangdigunakan untuk membantu Ghosn kabur. Pasalnya, mantan Bos Nissan tersebut tidak ada dalam dokumen yang menyewakan pesawat.

MNG Jet telah mengajukan pengaduan pidana terhadap salah satu karyawannya, Okan Kosemen, karena perannya dalam membantu pelarian Ghosn.

Ghosn, yang ditahan di Jepang selama lebih dari setahun, tidak banyak bicara tentang bagaimana dia bisa kabur. Dua hari setelah mendarat di Beirut dan mengumumkan bahwa dia lolos dari penganiayaan politik, Ghosn mengeluarkan pernyataan kedua yang mengatakan. "Saya sendiri yang mengatur kepergian saya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini