Share

Alasan Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang: Saya Ingin Keadilan

Irene, Okezone · Kamis 09 Januari 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 09 320 2151009 alasan-mantan-bos-nissan-carlos-ghosn-kabur-dari-jepang-saya-ingin-keadilan-EoX6WX7TMW.jpg Mantan CEO Nissan Carlos Ghosn. (Foto: Okezone.com/Automotive News)

JAKARTA - Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah atus tuduhan penyalahgunaan dana pada perusahaan produsen mobil tersebut. Hal tersebut diungkap usai dirinya melarikan diri dari Jepang ke Lebanon.

Ghosn membantah semua tuduhan terhadapnya dan memilih menjadi buronan internasional dengan melarikan diri dari Jepang. Menurutnya, keputusan tersebut adalah keharusan karena tidak ada keadilan di negara tersebut.

Baca Juga: Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang dengan Sewa Jet Pribadi Rp4,8 Miliar

"Saya ingin bisa bicara, saya mau membela diri," kata Ghosn dilansir dari CNBC, Kamis (9/1/2020).

“Saya ingin sistem peradilan, di mana serangan dan pertahanan tersangka memiliki hak yang sama dan seimbang supaya kebenaran terjadi. Saya berada di sistem di mana ini bukan tentang kebenaran, ini tentang menang. Ini tentang pengakuan," sambungnnya.

Carlos Ghosn

Dia juga menggambarkan tentang penahanannya selama di Jepang sebagai mimpi buruk, karena menjalani interogasi intens hingga 8 jam sehari, tanpa didampingi pengacara. Kemudian ada juga ancaman, bila dirinya tidak mengaku keluarganya akan menderita.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Carlos Ghosn, Eks Bos Nissan yang Keluar Masuk Penjara dan Kini Jadi Buronan

"Perasaan putus asa sangat mendalam. Saya meninggalkan Jepang karena saya menginginkan keadilan. Ini adalah satu-satunya cara untuk membangun kembali reputasi saya. Jika saya tidak mendapatkannya di Jepang, saya akan mendapatkannya di tempat lain," ujarnya.

Ghosn pun menilai bahwa Nissan melakukan konspirasi terhadapnya. Eksekutif Nissan melakukan konspirasi karena takut dengan rencana integrasi Nissan dengan Renault.

Karena itu, tanpa ragu Ghosn menyebut perusahaan tersebut mau menghancurkan reputasinya dalam mengembangkan Nissan. Ghosn menuduh di antara mantan CEO Nissan Hiroto Saikawa, yang mengundurkan diri pada September, dan Hari Nada, mantan wakil presiden senior, terlibat dalam dugaan konspirasi.

Namun demikian, seorang Juru Bicara Nissan enggan mengomentari apa yang disampaikan mantan bosnya tersebut. Dia mengatakan bahwa Nissan akan terus mengambil tindakan hukum supaya Ghosn mempertanggungjawabkan kerugian perusahaan atas tindakan yang telah dibuat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini