nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Lihat Potensi Kirim Tenaga Kerja Perawat ke Jepang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 16:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 09 320 2151131 erick-thohir-lihat-potensi-kirim-tenaga-kerja-perawat-ke-jepang-B4Laa3af7b.jpeg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, pemerintah tengah melakukan koordinasi dengan kedutaan besar Indonesia di seluruh dunia terkait potensi yang ada di pasar internasional. Hal itu berlangsung dalam rapat kerja seluruh Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri).

Erick menyatakan, salah satu potensi pasar yang bisa diisi oleh Indonesia adalah di bidang kesehatan. Menurutnya, saat ini banyak rumah sakit di Jepang membutuhkan tenaga kerja perawat.

Baca juga: Perdana Menteri Finlandia Usul Kerja Hanya 4 Hari dalam Seminggu

"Jadi dibahas hal-hal yang bisa disinergikan daripada kebutuhan dari market di negara-negara tersebut yang bisa dikerjasamakan seperti tenaga kerja di Jepang yang sekarang kekurangan suster," ujarnya ditemui di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Erick bilang hal ini memungkinkan, mengingat Indonesia memiliki rencana penggabungan rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan berbagai BUMN, sehingga dari tenaga kerja yang banyak itu bisa sebagian dikirim ke Jepang.

"Nah (pengabungan rumah sakit) itu kan susternya banyak. Jadi bisa juga ada pendidikan suster yang bisa kolaborasi dengan kedutaan untuk membuka lapangan kerja buat tim kita di luar negeri," katanya.

Erick Thohir

Meski demikian Erick enggan mendetailkan rencana tersebut, menurutnya hal ini masih dalam pembahasan. "Saya enggak bisa spesifik, ini kan secara kulit besar saja," imbuhnya.

Selain di bidang kesehatan, Erick bilang potensi pasar lainnya adalah dalam hal meningkatkan ekspor produk-produk BUMN. Juga dalam hal kerjasama di mana BUMN bisa mengerjakan proyek di negara-negara tersebut.

"Nah itu kan hubungan partnership, jadi perlu kami jelaskan (ke Kedubes). Apalagi kalau ada kesempatan investasi di negara-negara tersebut. Yang pasti hal-hal yang bisa mensinergikan dari pada kebutuhan market di negara-negara tersebut," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini