nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Pengusaha Automotif Terkaya Amerika, Elon Musk Kantongi Rp28 Triliun dalam Sehari

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 11:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 15 320 2153085 jadi-pengusaha-automotif-terkaya-amerika-elon-musk-kantongi-rp28-triliun-dalam-sehari-jVxD9dtNuw.jpg Elon Musk (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Tesla yang merupakan salah satu perusahaan pembuat mobil di Amerika Serikat (AS) berhasil menobatkan diri sebagai pabrik kendaraan roda empat paling berharga di Negeri Paman Sam.

Hal ini dikarenakan Saham Tesla yang kian melonjak setelah memproduksi 112 ribu kendaraan pada kuartal keempat dan mengumumkan pabrik pertama di luar AS, yaitu di Shanghai, China, akan memproduksi mobil sepenuhnya.

Baca juga: Usai Sebar Rp123 Miliar di Twitter, Miliarder Ini Cari Pasangan untuk Terbang ke Bulan

Saham Tesla terpantau melonjak 13% dalam sepekan hingga 9 Januari. Akibatnya, Musk mendapatkan uang tambahan sebesar USD2,1 miliar atau Rp28 triliun (Kurs Rp13.505/USD) menjadi USD28,8 miliar atau Rp388 triliun. Sebagai tambahan, Musk memiliki hampir 22% saham Tesla.

Dia juga memiliki sekitar USD12,5 miliar atau Rp168 triliun saham SpaceX, perusahaan yang fokus pada misi penjelajah luar angkasa miliknya. Demikian seperti dikutip Forbes, Rabu (15/1/2020).

elon

Kapitalisasi pasar Tesla mencapai USD83 miliar atau Rp1.120 triliun, menjadikannya perusahaan mobil paling berharga dalam sejarah Amerika, melebihi nilai pasar Ford sebesar USD81 miliar pada 1999 lalu. Bahkan pada Jumat, saham Tesla ditutup dengan hingga mencapai USD85,8 miliar atau Rp1.158 triliun, pencapaian ini sama dengan penggabungan saham GM dan Ford.

Walau saham Tesla telah mengalami peningkatan, ada saja rintangan yang menghalanginya. Seperti pada November, kekayaan Musk turun USD768 juta atau Rp10 triliun saat pembukaan Cybertruck yang berhasil menurunkan harga saham Tesla sebesar 6%.

Analis Wedbush, Daniel Ives, yakin jika Tesla akan mengalami pertumbuhan yang baik di China. “Kami percaya kemampuan Tesla untuk meningkatkan produksi dan permintaan di wilayah utama China di tahun 2020,” kata Ives.

 Baca juga: Mengenal Istri Cantik para CEO Perusahaan IT Raksasa, Facebook hingga Alibaba

Analis JPMorgan, Ryan Brinkman berpendapat, perusahaannya tetap akan mempertahankan peringkat penjualannya walau menaikkan harga. “Kami tetap di bawah Saham TSLA, kami akan tetap berusaha untuk mencapai ekspektasi harapan investor,” ungkap Brinkman.

elon

“Dalam pendapat kami, saham TSLA masih akan tetap naik dan tidak menunjukkan risiko jangka pendek,” papar Analis CFRA Garret Nelson. Dia juga menilai para investor akan sangat tertarik pada Saham TSLA karena melihat pertumbuhannya yang fantastis.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini