Arsip Nasional Mulai Restorasi Dokumen Korban Banjir Jabodetabek

Jum'at 17 Januari 2020 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 470 2154314 arsip-nasional-mulai-restorasi-dokumen-korban-banjir-jabodetabek-WucFSU5Sov.jpg Petugas Arsip Nasional Perbaiki Dokumen yang Rusak. (Foto: Okezone.com/BBC Indonesia)

JAKARTA – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membantu memperbaiki arsip pribadi para korban banjir yang terjadi di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya (Jabodetabek) awal Januari 2020. Bukan cuma merusak harta benda berbentuk rumah, mobil, hingga alat elektronik, tapi juga dokumen kependudukan dan arsip pribadi lainnya.

Melalui layanan restorasi arsip keluarga, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berharap tidak hanya membantu publik memperbaiki dokumen, tapi juga mengedukasi pentingnya perawatan dan penyimpanan data-data pribadi.

Baca Juga: Waspada, Banjir Bisa Merusak Struktur Dasar Rumah

Para korban seperti Vito Pristaza menilai kerusakan kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan ijazah lebih buruk ketimbang kerugian material lainnya.

Vito tak menyangka hujan lebat yang terjadi sepanjang malam Tahun Baru 2020 dan hari-hari setelahnya akan memicu banjir besar di permukimannya. Warga Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, itu mengira kalaupun banjir terjadi, air tak akan masuk ke rumahnya.

Baca Juga: Rawan Banjir, Kemenkeu Sudah Asuransikan Sejumlah Aset Negara

Namun prediksinya keliru. Air banjir ternyata menerjang rumahnya dan merusak hampir seluruh barang di dalamnya, termasuk sejumlah dokumen, yaitu ijazah sekolah dan kuliahnya.

"Saya belum pernah mengalami kerusakan seperti ini selama banjir. Biasanya banjir hanya di luar rumah," kata Vito dilansir dari BBC News Indonesia, Jumat (16/1/2020).

"Kemarin kaget karena sejak 30 tahun tinggal di situ, baru kali ini air masuk rumah. Ijazah basah karena diletakkan di lemari bagian bawah," tuturnya.

Namun Vito merasa beruntung mendapat informasi tentang layanan perbaikan dokumen gratis yang digelar ANRI. Restorasi arsip pribadi, kata dia, setidaknya dapat mencegah kerugian lebih besar yang dialami korban banjir.

"Dokumen lebih penting daripada harta benda lain seperti elektronik atau kendaraan. Ijazah cuma bisa kita dapatkan sekali seumur hidup, sementara barang lain bisa kita beli lagi di kemudian hari," ujar Vito.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini