nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ponsel Jeff Bezos Diretas Pangeran Mahkota Arab Saudi, untuk Apa?

Irene, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 320 2156643 ponsel-jeff-bezos-diretas-pangeran-mahkota-arab-saudi-untuk-apa-nEiB5ohyns.jpg CEO Amazon Jeff Bezos (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ponsel milik CEO Amazon sekaligus pemilik kantor berita Washington Post Jeff Bezos diretas oleh Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Hal ini terungkap pada laporan The Guardian yang dirilis Selasa lalu.

Melansir Forbes, Rabu (22/1/2020), Jeff Bezos dan Mohammed bin Salman diketahui bersahabat sebelum insiden peretasan tersebut terjadi. Namun setelah sejumlah data dikirim ke ponsel Jeff yang diduga berasal dari Mohammed, ponsel Jeff sukses diretas.

Insiden ini diperkuat dengan adanya pengakuan yang dikatakan oleh kepala keamanan Bezos, Gavin de Becker bahwa Arab Saudi memiliki akses ke data pribadi Jeff Bezos. Tidak hanya itu, Gavin juga menuduh Arab Saudi memberikan bocoran tentang perselingkuhan Jeff kepada National Enquirer yang juga menyebarkan pesan teks dan foto pribadi milik Jeff.

Baca Juga: Kekayaan 2.153 Miliarder Dunia Setara dengan 60% Populasi Global

Peretasan ini kemudian menimbulkan pertanyaan siapa yang sedang dipantau oleh Arab Saudi sehubungan dengan pembunuhan seorang kolumnis Washington Post bernama Jamal Khashoggi.

Namun Arab Saudi dengan tegas mengklaim bahwa pihaknya tidak mengawasi Jeff Bezos dan tidak terhubung dengan kasus Khashoggi yang terbunuh di dalam kedutaan Arab Saudi di Istanbul, Turki. Khashoggi diduga terbunuh setelah menulis kolom kritis terhadap pemerintah Arab Saudi. Kesimpulan yang dibuat CIA bahwa Mohammed yang secara pribadi memerintah untuk membunuh Khashoggi juga tegas dibantah.

jeff

"Laporan media baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Kerajaan berada di belakang insiden peretasan telepon Mr. Jeff Bezos tidak masuk akal. Kami meminta penyelidikan atas klaim-klaim ini sehingga kami dapat mengungkap semua fakta," tulis Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington D.C di akun twitternya.

Sebagai informasi, Arab Saudi telah menggunakan alat peretasan yang dibuat oleh perusahaan NSO Group Israel untuk memata-matai pejuang hak asasi manusia, jurnalis dan aktivis. Namun pada akhirnya, belum jelas apakah teknologi NSO Group ini juga diterapkan kepada Bezos.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini