Dapat Proyek Infrastruktur, Menteri Basuki: Kontraktor Swasta Harus Perhatikan Kualitas

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 320 2161120 dapat-proyek-infrastruktur-menteri-basuki-kontraktor-swasta-harus-perhatikan-kualitas-975xfGFOvR.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta kepada kontraktor swasta dengan kualifikasi menengah dan kecil untuk meningkatkan kualitasnya. Hal ini untuk menjawab kepercayaan masyarakat dan juga pemerintah dalam membangun infrastruktur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kualitas menjadi tuntutan utama yang harus diperhatikan kontraktor swasta dengan kualifikasi menengah dan kecil. Apalagi, pemerintah juga tengah berkomitmen untuk melibatkan lebih besar lagi kontraktor swasta dibandingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Baca Juga: Lelang Dini Proyek, Jokowi: Saya Apresiasi Kementerian PU

“Saya berpesan, khususnya untuk yang mengerjakan pembangunan pasar, sekolah, madrasah, yang selama ini di bawah Kementerian lain ditugaskan kepada Kementerian PUPR, saya ingatkan bahwa pada saat kita menandatangani kontrak, penyedia jasa dan pengguna jasa menjadi satu tim dengan perannya masing-masing. Jadi saya minta bekerja sama dengan betul, untuk mendapatkan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi,”ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020).

Menurut Basuki, pada tahun ini pemerintah menganggarkan Rp120 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Dari total jumlah anggaran tersebut Rp93,5 triliun di antarannya sudah dilelang oleh Kementerian PUPR.

Baca Juga: PON Papua, Pembangunan 4 Proyek Gedung Olahraga Lebih Cepat

Salah satu buktinya adalah dengan dilakukan penandatanganan 100 paket kontrak senilai Rp4,8 triliun. Dari jumlah tersebut 95%-nya merupakan kontraktor lokal.

Menurut Menteri Basuki, dari 100 paket kontrak yang ditandatangani serentak, hanya diikuti beberapa kontraktor BUMN seperti yang menangani pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok. Sementara paket kontrak sisanya merupakan kontraktor swasta lokal atau daerah yang dilibatkan untuk pekerjaan preservasi jalan, irigasi, air minum, dan pembangunan rumah susun.

“Yang proyeknya di Kendari perusahaannya dari Kendari, yang ada di Wonosari perusahaannya dari Wonosari Gunung Kidul, yang ada di Merauke perusahaannya dari Jayapura, bukan dari luar,” kata Basuki.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini