Satgas Waspada Investasi Hentikan 444 Investasi Bodong di 2019

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 320 2162177 satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019-xAk0zTLNQY.jpg Ilustrasi Investasi Bodong (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat sudah ada 444 kegiatan investasi bodong yang dihentikan sepanjang 2019. Angka itu rupanya meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyatakan, menjamurnya investasi bodong ini dipicu rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai investasi tapi gampang tergiur pada untung besar.

Agar tampil menarik, investasi bodong ini biasanya mengubah tampilan jadi lebih menarik yakni lewat media sosial plus melibatkan tokoh agama atau selebriti.

"Saat ini mereka (investasi bodong) mengikuti perkembangan zaman, bagaimana masyarakat dijejali dengan penawaran-penawaran investasi lewat medsos, aplikasi, situs, SMS," kata Tongam seperti dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (2/2/2020).

"Modus lain adalah mereka menggunakan tokoh-tokoh agama atau artis untuk lebih meyakinkan," imbuhnya.

Rupiah Melemah di Penutupan Sore Ini

Teranyar, ada kasus Memiles yang berkedok investasi iklan digital. Saat ini pihak satgas telah menutup Memiles lantaran tak berizin dan aktivitasnya identik dengan money game atau skema piramida.

Meski demikian, Tongam meyakini uang para nasabah yang sudah masuk ke investasi ilegal tak bisa balik secara utuh. "Dari pengalaman yang ada, tidak pernah ada member yang dapat kembali 100%. Ya sudah hebat dapat 10-20%. Sebab dari berbagai kasus, asetnya jauh lebih rendah dari kewajiban," katanya.

Baca Juga: Investasi Bodong dari Pandawa hingga MeMiles, Rayuan Maut Berbuah Pahit

Di sisi lain, dia mengakui ganjaran pidana bagi pelaku terlampau ringan. Pemilik MeMiles yaitu Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay pernah diringkus polisi pada 2015 atas kasus investasi tisu kemasan. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis tiga bulan penjara.

"Kita sudah mendorong pelaku dihukum berat, tapi memang kita hormati putusan pengadilan dan kita lihat hukuman-hukuman ini harusnya bikin efek jera ke pelaku," kata Tongam.

Gejolak Politik AS & Iran Berdampak Menguatnya Nilai Rupiah

Melihat hal itu, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pun menilai, Satgas Waspada Investasi kurang gesit dalam merespon fenomena menjamurnya investasi berbalut penipuan. Bahkan sering kali, ditindak setelah korban berjatuhan.

Dia mencontohkan kasus penipuan berskema perjalanan umrah First Travel. "Kecil kemungkinan dapat kembali uangnya, kecuali kalau asetnya masih ada," ujar Tulus.

Baca Juga: Modus Investasi Bodong Memiles, Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Pajero

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini