Ekonomi RI Tumbuh 5,02%, Jokowi: Patut Kita Syukuri, Negara Lain Anjlok

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 20 2163930 ekonomi-ri-tumbuh-5-02-jokowi-patut-kita-syukuri-negara-lain-anjlok-qg3hZejGlk.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 yang mencapai 5,02%. Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi 5,02% patut disyukuri dan masih tumbuh di atas 5%.

Angka ini kata Jokowi lebih baik dibandingkan negara-negara anggota G20. Bahkan, ekonomi negara lain anjlok.

"Alhamdulillah ini juga patut kita syukuri bahwa pertumbuhan ekonomi masih di atas 5%, 5,02%. Patut kita syukuri, yang lain-lain bukan turun, anjlok," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

 Baca Juga: Virus Korona Memunculkan Skema Penipuan Klaim Saham

Jokowi menambahkan, sangat sulit mempertahankan pertumbuhan ekonomi di level 5%. Jokowi juga senang bahwa komunikasi antara otoritas moneter yakni Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah berjalan baik dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Saya kira kebijakan moneter oleh BI yang sangat prudent, kebijakan perbankan oleh OJK yang sangat prudent, itu sangat baik. Juga kebijakan fiskal kita yang sangat prudent, hati-hati itu juga sangat penting sekali, sehingga kita juga patut bersyukur bahwa beberapa rating agency juga memberikan kita kenaikan," katanya.

Terkait virus korona yang berdampak kepada perekonomian, Jokowi menilai akan ada perlambatan. "Negara-negara yang terkena imbas itu juga pasti kena. Kita ngomong apa adanya termasuk negara kita Indonesia. Tapi berapa persen nanti ada imbas ke pertumbuhan ekonomi kita, itu yang belum bisa dikalkulasi," kata Jokowi.

Baca Juga: Virus Korona Ganggu Hubungan Dagang AS-China

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% pada 2019. Lembaga statistis negara tersebut menyebut, angka ini patut diapresiasi.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, dengan realiasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% di tahun 2019, menunjukkan Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan di kisaran 5%. Mengingat, kondisi ekonomi global memang tengah mengalami perlambatan.

"Mempertahankan 5% disituasi sekarang tidaklah gampang, dengan situasi global yang menunjukkan perlemahan, ini cukup baik," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini