nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuk Investasi Reksa Dana

Sabtu 08 Februari 2020 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 06 278 2164440 yuk-investasi-reksa-dana-aTWdWo8kah.jpg Ilustrasi Pergerakkan Saham (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA– Salah satu alternatif investasi di pasar modal untuk para pemula adalah reksa dana. Reksa dana adalah dana yang dikelola manajer investasi yang mendapatkan izin untuk mengelola dana dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investor membeli reksa dana dalam bentuk unit penyertaan. Harga tiap unit reksa dana bisa dilihat di beberapa surat kabar, atau melalui website masing-masing Manajer Investasi, atau melalui para agen penjual reksa dana.

Harga jual dan beli mata uang asing reksa dana sama nilainya, yaitu mengacu pada harga penutupan perdagangan hari sebelumnya. Investor dikenakan biaya penjualan (redemption) dan biaya pembelian (subscription).

Baca Juga: Dana Perlindungan Investor Pasar Modal

Harga unit reksa dana atau disebut nilai aktiva bersih (NAB) per unit berubah setiap harinya, mengikuti perkembangan harga portofolio aset yang menjadi underlying reksa dana. Ada 4 jenis reksa dana. Reksa dana saham, mengalokasikan dana milik investor yang terkumpul dari pembelian unit reksa dana sebagian besar ke saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Reksa dana campuran mengalokasikan dana ke instrumen saham dan instrumen pendapatan tetap yakni obligasi dan surat utang yang diperdagangkan di BEI. Berikutnya, reksa dana pendapatan tetap yang mengalokasikan dana sebagian besar ke instrumen obligasi dan surat utang negara.

Reksa dana bisa dibeli investor dengan modal yang relatif rendah. Cukup dengan Rp100.000 bisa membeli unit reksa dana. Berapa unit yang dimiliki investor bergantung pada harga per unit tiap reksa dana. Umumnya reksa dana yang baru diterbitkan, menetapkan harga Rp1.000 per unit. Dan dalam perkembangan harganya akan naik atau turun mengikuti harga instrumen dalam portofolio.

Baca Juga: Daftar Saham yang Masuk dan Terdepak dari Daftar Efek Shortsell

Di mana investor bisa membeli reksa dana? Saat ini jalur pemasaran reksa dana sudah beragam. Investor bisa membeli langsung melalui Manajer Investasi pengelola reksa dana. Daftar Manajer Investasi bisa dilihat di website OJK. Bisa juga membeli melalui bank yang menjadi Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Dan lembaga keuangan lain (PPE/Perantara Pedagang Efek khusus) yang memiliki izin APERD. Bahkan toko online pun saat ini sudah ada yang menjadi APERD.

Tiap APERD harus mendapatkan izin dari OJK. Dan hanya APERD yang memiliki Wakil Agen Penjual Reksa Dana (WAPERD) yang bisa menjual reksa dana. Untuk mendapatkan lisensi WAPERD ada ujian yang harus diikuti oleh tenaga penjual reksa dana.

Berdasarkan data OJK saat ini ada 98 manajer investasi pengelola reksa dana dan 63 APERD dan lebih dari 3.000 kantor cabang APERD di seluruh Indonesia, 55 platform transaksi online, 76 kantor cabang manajer investasi. Platform e-commerce antara lain Tokopedia, Bukapalak, Blanja, Duniahalal. Platform e-payment antara lain Ovo, Doku, LinkAja. Dan masih banyak platform online lainnya.

Cara membeli reksa dana makin mudah karena investor bisa memilih berbagai saluran yang paling sesuai dan mudah diakses. Cara menjual reksa danapun relatif mudah, menggunakan saluran2 yang ada. Pilihlah reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing investor. Saat harga portofolio sedang turun, menjadi peluang yang bagus untuk memulai berinvestasi. Karena memiliki potensi kenaikan harga.

Namun, yang terbaik membeli reksa dana secara berkala, untuk kebutuhan jangka panjang. Sesuaikan kebutuhan investasi dengan jenis reksa dana yang akan dipilih. Diskusikan dengan manajer investasi atau pelajari dari berbagai sumber mengenai jenis dan risiko investasi reksa dana. (TIM BEI)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini