nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Takut Dilecehkan, Ini Cara Beri Ide untuk Kemajuan Perusahaan

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 20:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 09 320 2165713 jangan-takut-dilecehkan-ini-cara-beri-ide-untuk-kemajuan-perusahaan-iz1e6zFYHJ.jpg Suasana Rapat (Business Insider)

JAKARTA - Terkadang ide yang kita sampaikan tidak selalu dipakai. Bahkan juga membuat kita merasa dilecehkan seperti ide dibahas tetapi ditertawakan dan membuat jengkel.

Mengutip dari buku 'Super Karier' karya Kristian Hardianto, tetap semangat untuk berkontribusi dengan perusahaan. Dan jangan pernah menyerah, walaupun merasa jengkel.

 Baca juga: Bagaimana Nasib Pekerja Asing di Swedia?

Ada hikmah positif dari peristiwa ini yakni ada peluang untuk memajukan perusahaan. Dan ingat kemajuan perusahaan lebih penting dibandingkan dengan keharusan melaksanakan ide para karyawan.

Hanya masalah cara untuk perlakuan terhadap ide kamu. Menyajikan ide ibarat menyajikan buah pepaya.

Bayangkan di siang hari yang panas, orangtua pulang ke rumah. Kamu menawarkan buah pepaya utuh yang sudah matang. Apakah tawarannya akan langsung direspons? Belum tentu, karena penyajiannya kurang menarik.

 Baca juga: Swedia Deportasi Tenaga Kerja Asing di Bidang Teknologi, Kenapa?

Coba sekarang sajikan dengan cara berbeda, buah pepaya tadi sudah dikupas, dipotong kecil-kecil, lalu diatur rapi di piring. Pasti orangtua langsung mencicipi.

Begitu juga dalam penyampaian ide, tidak cukup hanya menawarkan ide yang brilian. Kita masih membutuhkan hal lain antara lain waktu yang tepat untuk menyampaikannya, cara menyajikannya yang menarik, uraian ide dengan konsep yang rinci dan penampilan ide yang menarik.

Jika persiapan itu sudah dijalankan dengan baik makan pimpinan serta teman kerja pasti akan tertarik. Ide cemerlang memang penting tetapi cara menyajikannya juga sangat penting.

 Baca juga: 15 Perusahaan Besar Ini Ternyata Pekerjanya Tak Bahagia

Selain masalah cara menyajikan ide, ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu kualitas ide sendiri. Apakah ide tersebut cukup applicable atau mudah diterapkan.

Apakah sudah mencapai unsur SMART (Specific, Measurable, Achievale, Realistic, Timebound). Maka manfaatkan sampaikanlah ide yang terperinci, terukur, mudah dicapai, realistis dengan ada batasan waktu pencapaian

Ide yang rinci seperti ini akan membuat orang tertarik, sama seperti tertariknya mencicipi buah pepaya dalam ilustrasi. Jangan jengkel bila ditertawakan oleh teman kerja dan pimpinan karena mereka masih memperhatikan ide kamu.

Maka, manfaatkan ini dengan cerdas, ciptakan ide dengan lebih SMART. Dengan semangat tinggi dan banyak berlatih ide kamu akan semakin berkualitas.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini