nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Baik Beli atau Sewa Mobil? Ini yang Harus Dicermati!

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 22:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 09 320 2165801 lebih-baik-beli-atau-sewa-mobil-ini-yang-harus-dicermati-OQSbJe6u4i.jpg Mobil (Okezone)

JAKARTA – Kebutuhan akan mobil terus meningkat, walaupun di tengah kepadatan penduduk. Padahal, mobil tersebut bukanlah kebutuhan utamanya.

Akan tetapi, transportasi massal dan jasa penyewaan kendaraan pun terus berkembang. Bisnis ini ada karena melihat masyarakat yang ingin menggunakan mobil namun bukan kebutuhan sehari-harinya.

Lantas, apakah sebaiknya menyewa atau membeli sebuah mobil?

 Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kamu Butuh Investasi

Opsi ini membuat kita bimbang. Banyak orang pada akhirnya membeli mobil, walaupun sebenarnya lebih baik menyewa saja. Begitu pula sebaliknya, banyak yang menyewa mobil, meskipun sesungguhnya lebih hemat jika membeli mobil saja.

Menyewa sebuah kendaraan berbeda dengan membelinya. Membeli berarti orang membayar penuh harga kendaraan itu dan kendaraan itu menjadi miliknya.

Dalam hal menyewa, orang hanya membayar sejumlah uang yang dihitung berdasarkan proyeksi depresiasi kendaraan selama dia menyewanya, dan pada akhir periode sewa harus mengembalikan kendaraan tersebut. Menyewa adakalanya merupakan ide yang bagus, tetapi memiliki bisa saja merugikan diri.

 Baca juga: Kesadaran Menabung Milenial Terus Meningkat, Ini Buktinya

Seperti dikutip buku ' Tujuh Puluh Lima Kesalahan Perempuan dalam Mengelola Uang' karya Lois P. Frankel yang terbit pada 2004, berikut ini sejumlah kerugian yang penting untuk kita pertimbangkan sebelum menyewa kendaraan:

Pertama, banyak pebisnis sewa mobil yang mengiklankan tarif sewa rendah. Tarif sewa rendah memang menggiurkan, namun harus memerhatikan uang muka (DP) yang mereka minta. Biasanya mereka meminta uang muka yang tinggi.

Lalu, biasanya besarnya bunga yang sangat tinggi bisa ditutup-tutupi oleh penyalur mobil yang licik. Tidak peduli seberapa rendahnya pembayaran sewa, membayar bunga yang terlalu tinggi malah merugikan kita.

 Baca juga: Berpenghasilan Tinggi tapi Milenial Sering Bokek, Kenapa?

Jika dibaca secara teliti, pebisnis sewa mobil menampilkan bunga sewa sebagai faktor sewa bukan faktor APR (Annual Percentage Rate) atau yang disebut bunga efektif. Seringkali orang salah mengira bunga sewa 2,5% sebagai bunga efektif, padahal mereka masih harus mengalikannya dengan 2.400 untuk mendapatkan bunga efektif yang sesungguhnya.

Misalnya, bunga sewa 2,5% sebenarnya adalah bunga efektif 6%. Jika kita memperoleh bunga yang lebih rendah untuk membeli mobil itu, maka kita malah merugi dalam membayarkan bunga sewa.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini