Bea Cukai Perketat Pengawasan Makeup Ilegal dari Negeri K-Pop

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 320 2166111 bea-cukai-perketat-pengawasan-makeup-ilegal-dari-negeri-k-pop-jvGitvMImf.jpg Lipstik ilustrasi (Reuters)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melakukan pengawasan ketat untuk mengurangi impor barang ilegal dari Korea Selatan.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama dengan DJBC Korea Selatan. Kerja sama ini, tertuang dalam Authorized Economic Operator Mutual Recognition Arrangement (AEO MRA) dan pertukaran data elektronik SKA/ Electronic Certificate Of Origin (E-COO).

 Baca juga: Perusahaan Alkes asal Cianjur, Nuritek Pamer Produk Buatan Dalam Negeri

"Kerja sama ini bagian dari pemerintah, untuk menekan under value dan pemalsuan COO. Pasalnya dengan COO, bisa diberi privilage, tarif yang berbeda," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (10/2/2020).

Dia menyebut, data origin ekspor-impor pengusaha ini mudah untuk dipalsukan. Maka itu, lewat transaksi online, segala sesuatu yang tadinya bersifat tradisional, atau harus menggunakan hardcopy, pemalsuan barang akan bisa dicegah.

 Baca juga: Kemenperin Optimistis Industri Kosmetik Bisa Tumbuh 9%

"Kami dan DJBC Korsel saat ini juga telah bersinergi untuk melakukan penukaran data secara real time. Jadi, semua barang impor dari Korea akan diterapkan melalui sistem yang ada sekarang, termasuk makeup. Semua barang termasuk makeup akan kita terapkan," ungkap dia.

Pihaknya berharap kerja sama ini, bisa meningkatkan volume perdagangan kedua negara. "Di mana data saat ini menunjukkan devisa ekspor Indonesia mencapai (FOB) USD7,3 miliar dan devisa impor Indonesia mencapai (CIF) USD9,2 miliar," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini