nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandara Kualanamu Bakal Jadi Hub Internasional, Bagaimana Nasib Soetta?

Isty Maulidya, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 11:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 320 2166600 bandara-kualanamu-bakal-jadi-hub-internasional-bagaimana-nasib-soetta-Ti4hdS7ldF.jpg Bandara (Foto: Shutterstock)

TANGERANG - PT Angkasa Pura II (Persero) targetkan Bandara Internasional Kualanamu, Medan Sumatera Utara menjadi bandara internasional hub di Indonesia menggantikan Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, Bandara Soetta akan menjadi the first domestic hub dan akan fokus pada penerbangan domestik.

Baca Juga: Bandara Kualanamu Jadi 'Rebutan' 28 Investor

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, pihaknya menargetkan konsep hub internasional di Bandara Kualanamu akan terealisasi sekitar tahun 2025. Hal tersebut juga dilakukan agar traffic penerbangan ke luar negeri bisa meningkat.

"Kita akan targetkan di 2025 Bandara Kualanamu jadi hub bandara internasional menggantikan Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga nanti Soetta fokus pada penerbangan domestik,” jelasnya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Bandara Kualanamu Akan Diserahkan ke Swasta?

Pihak AP II juga akan melakukan pembangunan secara bertahap agar bisa merealisasikan konsep tersebut. Fokus pertama ada pada pembangunan terminal untuk menambah kapasitas penumpang Bandara Internasional Kualanamu. Sebab saat ini, jumlah pergerakan penumpang mencapai 9 juta penumpang, namun kapasitas penumpang saat ini hanya 8 juta penumpang.

"Pertama target kita pada pembangunan di sisi darat yaitu gedung terminal. Saat ini kapasitas penumpang baru 8 juta, nantinya akan bertambah sehingga dapat menampung 16 sampai 19 juta penumpang," katanya.

Awaluddin kemudian menjelaskan pembangunan tersebut bisa dipercepat dengan adanya kerjasama dengan mitra strategis. Saat ini 39 perusahaan dari berbagai negara telah mengirimkan proposal resmi kepada perseroan dengan merujuk pada amandemen Dokumen Permintaan Proposal atau Request for Proposal (RfP).

“Pembangunan Bandara Kualanamu bisa dipercepat dengan adanya alternatif pembiayaan dari mitra strategis, ditambah nanti aset yang sudah dibangun akan kembali ke PT Angkasa Pura II,” kata Awaluddin.

Melalui pengembangan yang masif, Bandara Kualanamu yang saat ini mendapat status Bintang 4 dari Skytrax, diposisikan sebagai hub penerbangan internasional di masa mendatang. Saat ini sendiri sudah tersedia lahan seluas 200 hektare untuk berbagai pengembangan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini