Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Pengusaha Angkutan Penyeberangan Ngotot Minta Tarif Dinaikan

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 11 Februari 2020 |16:28 WIB
Alasan Pengusaha Angkutan Penyeberangan Ngotot Minta Tarif Dinaikan
Kapal (Okezone)
A
A
A

 Baca juga: Cegah Virus Korona, Kapal China Masuk RI Langsung di Karantina

Menurut Khoiri, dengan pendapatan sebesar itu tidak seimbang antara uang yang harus dikeluarkan dengan yang didapat. Apalagi, angka UMR di Jawa Timur juga terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

"UMR naik di Jatim. Sehingga kami menerima beban upah minimum regional yang mendekati 10% plus upah sektoral 14 koma sekian persen. Sekarang dengan angka segitu (Rp 2.900) upah juga saya kira mau pakai kalkulator buatan manapun akan sulit menghitung," jelasnya.

Sebenarnya lanjut Khoiri, pihaknya juga sudah melakukan survey kepada beberapa penumpang tentang wacana kenaikan tarif ini. Dari 10 orang yang disurvey, 9 orang setuju asalkan kenaikannya masih di bawah Rp50.000

"Saya tidak pernah menemukan jawaban di bawah Rp50.000. Pasti dari 10 orang , 9 orang menjawab tidak kurang dari Rp50.000. Artinya kemampuan membayar dan kemampuan untuk membayar sudah sampai di sana sebenarnya," jelasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement