Bakal Ada Insentif untuk Maskapai dan Hotel, Bagaimana Skemanya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 320 2167770 bakal-ada-insentif-untuk-maskapai-dan-hotel-bagaimana-skemanya-wKF8N2Ruoz.jpg Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan beberapa skema insentif untuk maskapai penerbangan. Tujuannya adalah untuk menarik kembali wisatawan yang saat ini sudah turun imbas adanya virus korona.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ada beberapa skema insentif yang disiapkan. Misalnya adalah pemberian keringanan dalam membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga: Ada Virus Korona, Maskapai Diminta Manfaatkan Slot Penerbangan Kosong

Kemudian hal lainnya adalah dengan memberikan diskon landing fee, parking fee hingga sewa ruangan kepada maskapai. Hal ini pun diamini oleh pihak operator bandara baik dari Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II.

“Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya PNBP akan kita kurangi, kemudian AP I dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga: Imbas Virus Korona, Bakal Ada Insentif untuk Penerbangan

Selain itu, dirinya juga berharap kepada pengelola hotel untuk memberikan diskon. Sebab dengan pemberian diskon minat wisatawan untuk datang berlibur akan semakin tinggi.

Menurut Budi, berdasarkan arahan dari Presiden Jokowi, seluruh pihak diminta untuk mendorong pemberian insentif agar tarif penerbangan bisa lebih murah. Khususnya tarif penerbangan yang menuju Bali, Manado dan Kepulauan Riau yang jumlah penumpangnya anjlok.

"Jadi Pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif. Tidak mungkin Pemerintah melakukan sendiri. Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur," jelasnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan insentif ini adalah untuk semua. Menurutnya dalam menyikapi hal ini harus dipikirkan secara komprehensif supaya dapat bertahan dalam tantangan menghadapi virus korona ini, bukan hanya maskapai, tapi juga hotel dan sebagainya.

“Jadi kita mencoba kali ini untuk mendengarkan pemikiran dari maskapai dan kita juga sudah melakukan pembicaraan dengan PHRI dan sebagainya yang terkait dengan pariwisata secara keseluruhan. Jadi saya pikir ini adalah usaha kita untuk bagaimana dapat menghadapi tantangan virus corona ini, tidak mudah tetapi kita harus lakukan yang terbaik. Untuk kerugian ini masih berjalan, kita tidak tahu karena virus Corona belum berhenti. Sebagai gambaran dalam setahun Tiongkok menyumbang 2 juta wisatawan dengan total devisa USD2,8 miliar,” kata Wishnutama

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini