Rampung Pekan Depan, Hitung-hitungan Insentif untuk Maskapai Dilaporkan ke Jokowi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 320 2167804 rampung-pekan-depan-hitung-hitungan-insentif-untuk-maskapai-dilaporkan-ke-jokowi-hj44Sj8nla.jpg Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan insentif khusus untuk maskapai penerbangan. Saat ini insentif sedang digodok dengan melibatkan stakeholder dan tiga Kementerian yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Ada Virus Korona, Maskapai Diminta Manfaatkan Slot Penerbangan Kosong

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penghitungan pemberian insentif akan rampung paling lambat pada awal pekan depan. Setelah itu, barulah hasil hitungan tersebut akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Akhir Minggu ini atau awal Minggu depan difinalkan. Baru kami laporkan ke Presiden (hari Selasa)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga: Bakal Ada Insentif untuk Maskapai dan Hotel, Bagaimana Skemanya?

Menurut Budi, pemberian insentif ini akan segera diselesaikan mengingat wabah virus korona ini sudah mulai berdampak pada wisatawan. Apalagi setelah pemerintah menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju China.

Rata-rata maskapai dilaporkan telah kehilangan frekuensi penerbangan hingga 30% akibat penutupan penerbangan dari dan ke China. Oleh karena itu, sejumlah maskapai meminta pemerintah menggodok pemberian insentif.

"Kalau dari diskusi kemarin semua maskapai yang menuju ke China itu tidak ada. Kalau kita 21% yang dari Indonesia. Tapi ada juga yang intensif, lebih dari 30% jadi average segitu. Tapi yang ke Jepang, Amerika, Korea, enggak masalah," ucapnya.

Nantinya lanjut Budi, ada beberapa skema insentif yang disiapkan. Misalnya adalah pemberian keringan dalam membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kemudian hal lainnya adalah dengan memberikan diskon landing fee, parking fee hingga sewa ruangan kepada maskapai. Hal ini pun diamini oleh pihak operator bandara baik dari Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II.

“Contoh insentif dari pemerintah kepada maskapai misalnya PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya," ujarnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini