nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerbangan ke China Disetop, Maskapai di Dunia Rugi hingga Rp68 Triliun

Irene, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 11:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 320 2169558 penerbangan-ke-china-disetop-maskapai-di-dunia-rugi-hingga-rp68-triliun-Kjz1sW328W.jpg Maskapai Penerbangan Dunia Mulai Merugi Akibat Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) memprediksi turunnya pendapatan maskapai global hingga USD5 miliar atau Rp68,4 triliun (kurs Rp 13.685/USD) pada kuartal pertama 2020. Penyebabnya karena semua penerbangan internasional dari dan menuju China dibatalkan.

ICAO melaporkan adanya pengurangan operasi secara signifikan yang dilakukan oleh setidaknya 50 maskapai penerbangan. Sementara itu, 70 maskapai lainnya telah membatalkan seluruh penerbangannya dari dan ke Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Fakta-Fakta Pemerintah Siapkan 'Obat' Penangkal Virus Korona untuk Maskapai

Selain itu, kapasitas maskapai asing untuk pelancong ke dan dari China mengalami pengurangan 80% yang sudah termasuk 40% reduksi kapasitas oleh maskapai China.

Melansir Forbes, Senin (17/2/2020), ICAO memperkirakan pendapatan maskapai turun hingga 40% pada kuartal pertama tahun ini. Penurunan penumpang mencapai angka 20 juta orang atau jauh dari target maskapai penerbangan.

Baca Juga: Rampung Pekan Depan, Hitung-hitungan Insentif untuk Maskapai Dilaporkan ke Jokowi

Sebuah perusahaan analis jadwal penerbangan global, Official Airlines Guide (OAG) mengatakan virus Covid-19 membuat lalu lintas udara dikurangi. Dari seluruh penurunan signifikan pada industri penerbangan, Jepang menjadi negara yang paling merugi.

Jepang setidaknya telah kehilangan 16% dari total kapasitas penerbangan internasional dalam beberapa pekan terakhir. OAG memperkirakan Jepang akan kehilangan USD1,29 miliar atau Rp17,65 triliun dalam pendapatan pariwisatanya karena jatuhnya angka turis dari China.

Selain itu, negara tetangga lain yang juga terkena dampaknya yaitu Thailand diperkirakan kehilangan USD1,15 miliar atau Rp15,7 triliun. Penerbangan yang keluar masuk Tiongkok menyumbang sekitar 5,2% dari semua kapasitas penerbangan internasional pada tahun lalu. Awal pekan ini, jumlah tersebut turun menjadi 1,8%.

Saat ini, virus corona telah menginfeksi sebanyak 64.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 1.380 orang. Virus ini memiliki dampak lebih besar bila dibandingkan dengan epidemi SARS pada 2003 silam.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini