Pembangunan MRT Fase II Dimulai Maret 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 320 2169691 pembangunan-mrt-fase-ii-dimulai-maret-2020-iYXnbDP4ND.jpg MRT Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebagai bentuk kelanjutan pembangunan Fase Utara Selatan, MRT Jakarta melaksanakan penandatanganan Paket Kontrak antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) terkait Design and Build Underground Section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201, hari ini.

Penandatanganan disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi Ishii, Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar, JICA Chief Representative untuk Republik Indonesia Yamanaka Shinichi dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto.

Baca Juga: MRT Jakarta Fase II Bundaran HI-Kota Tua Akan Selesai 2023

Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur 6 kilometer dan terdiri dari 7 stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

Pembangunan fase 2A dibagi ke dalam 3 paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.

Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar, menyebut penandatanganan kontrak ini menandai dimulainya pekerjaan proyek pembangunan Fase 2A. Dalam kontrak tersebut terdapat dua pekerjaan stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.

Baca Juga: Mengintip Progres Terkini MRT Jakarta Fase II, Ada Jalur Kereta Bertingkat

Menurut dia, paket pekerjaan CP 201 akan membangun terowongan dan stasiun yang memiliki jalur sepanjang 2,8 kilometer (km) untuk menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni.

"Mengingat lokasi proyek yang berada di area ring 1, kami selalu mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta. Kita juga akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan sistem pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas," ujar dia di Stasiun MRT Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ruang Baca di Stasiun MRT Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara penandatanganan ini.

"Setelah melalui proses perencanaan yang cukup rumit, pengerjaan MRT Jakarta fase 2A khususnya 2,8 kilometer dari Stasiun Bundaran HI hingga stasiun Monas ini bisa ditandatangani," ungkap dia.

Kemudian lanjut dia, di fase 2 ini, semua stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya. Dan tidak akan ada lagi masalah seperti tidak terintegrasinya Stasiun ASEAN dan koridor 13 Transjakarta.

"Sekarang semua terintegrasi. Ini akan dilakukan untuk seluruh pembangunan transportasi umum baik itu MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta agar warga masyarakat mudah untuk menjangkau ke mana saja," tandas dia.

Selanjutnya MRT Jakarta akan melakukan integrasi pembangunan Fase 2B atau yang disebut sebagai Jalur Utara-Selatan dan akan dilanjutkan dengan pembangunan Jalur Timur-Barat.

Daerah Kota akan menjadi titik awal dibangunnya Fase 2B dengan titik pemberhentian di Ancol Barat. Fase 2B ini diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 km yang terdiri dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol, dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaannya akan mulai dibangun pada pertengahan 2022 dan beroperasi pada 2027.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini