nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stimulus China Dorong Penguatan Pasar Saham Global

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 08:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 18 278 2170072 stimulus-china-dorong-penguatan-pasar-saham-global-9JmwfW2g2w.jpg Ilustrasi: Pergerakan Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

LONDON - Stimulus kebijakan China memberi sentimen positif untuk pergerakan saham dunia. Hal tersebut menenangkan investor yang khawatir terhadap dampak virus corona pada pertumbuhan ekonomi di negara masing-masing.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa dan DAX Jerman mencapai rekor tertinggi. Di Asia, indeks MSCI naik 0,14% mendekati puncak tertinggi sejak akhir Januari. Sementara itu, pasar saham dan obligasi Amerika Serikat (AS) masih ditutup.

Baca Juga: China Bakal Musnahkan Uang Kertas Terindikasi Virus Korona

Stimulus tersebut pun memberikan keuntungan untuk indeks blue-chip di pasar saham China yang naik 2,25% setelah Bank Sentral China menurunkan suku bunga acuannya dan menyuntikkan lebih banyak likuiditas ke dalam sistem.

"Pedagang memperhatikan fakta bahwa otoritas China melakukan intervensi di pasar keuangan pada awal bulan, ketika pasar saham domestik dibuka kembali setelah perayaan Tahun Baru Imlek," kata Analis Pasar CMC Markets London David Madden, dilansir dari Reuters, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Fakta Virus Korona, Bikin Harga Babi Naik hingga Sektor Pariwisata Tertekan

Meski demikian, kekhawatiran terhadap ekonomi dunia akibat virus corona tetap ada. Di mana korban virus tersebut menjadi 2.048 orang.

"Angka-angka terbaru dari provinsi Hubei masih menunjukkan bahwa laju infeksi melambat setelah lonjakan tiba-tiba setelah perubahan metodologi pekan lalu," kata Danske Bank.

Pembatasan diperketat lebih lanjut di Hubei selama akhir pekan. Sebagian besar kendaraan dilarang beroperasi dan perusahaan disuruh tetap tutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Nikkei Jepang turun 0,7% setelah ekonominya menyusut atau terendah dalam enam tahun. Perlambatan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu terjadi di tengah kekhawatiran dampak virus corona akan mengganggu output dan pariwisata, memicu kekhawatiran Jepang akan jatuh ke dalam resesi.

Corona virus juga menyebabkan Singapura yang bergantung pada perdagangan menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi 2020-nya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini