Uni Emirat Arab Dapat Lampu Hijau Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 320 2170235 uni-emirat-arab-dapat-lampu-hijau-operasikan-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir-5ogfCGHqpU.jpg Nuklir (Reuters)

JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) mendapatkan akses untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di tanah Arab. Izin tersebut diberikan oleh Regulator Nuklir Independen.

Regulator nuklir independen untuk Uni Emirat Arab mengeluarkan izin untuk 2 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah. Proyek ini digambarkan oleh para pejabat nasional sebagai keharusan strategis dan ekonomi untuk Uni Emirat Arab.

 Baca juga: Dengan PDB USD1 Triliun, Indonesia Bisa Ciptakan Energi Nuklir

Melansir dari CNBC, Selasa (18/2/2020), Lebih dari satu dekade dalam pembuatan dan melibatkan kolaborasi dengan badan-badan eskternal termasuk PBB International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Pemerintah Korea Selatan.

Perwakilan permanen UEA untuk IAEA Hamad al Kaabi menyatakan pengumuman ini menjadi tonggak lain untuk UEA, yang memuncak dalam upaya 12 tahun menuju pengembangan Program Energi Nuklir UEA. Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR) memainkan peran penting untuk mengubah hal ini menjadi kenyataan.

 Baca juga: Mau Kembangkan Pembangkit Nuklir? Ini Syarat dari Menteri ESDM

"Rencana energi nuklir mencakup undang-undang dan peraturan sesuai dengan standar IAEA dan praktik terbaik internasional," kata al Kaabi.

Tanggal untuk operasi pabrik belum diumumkan tetapi diperkirakan dalam beberapa minggu mendatang. UEA akan menjadi anggota baru dari klub eksklusif yang saat ini hanya 30 negara yang menjalankan operasi tenaga nuklir.

Izin operasi akan berlaku selama 60 tahun dan memungkinkan Nawah Energy Company UEA, anak perusahaan Emirates Nuclear Energy Company (ENEC) mengoperasikan pabrik untuk memuat bahan bakar dan beralih ke operasi parsial dan operasi penuh.

 Baca juga: Biaya Produksi Mahal, Pemerintah Belum Kepincut Garap Pembangkit Tenaga Nuklir

"Operasi parsial bisa memakan waktu beberapa minggu sementara operasi penuh mungkin memakan waktu beberapa bulan ," ujar al Kaabi.

Reaktor Unit 1 Barakah yang terletak di wilayan Gharbiya timur Abu Dhabi di Pantai Teluk Persia diharapkan menghasilkan 1.400 megawatt (MW) listrik. Program ini bertujuan untuk total empat reaktor, bersama-sama menghasilkan daya 5.600 MW yang berjumlah 25% dari kebutuhan energi negara dan akan mencegah pelepasan 21 juta ton emisi karbon setiap tahun.

Pendanaan proyek sebagai bagian dari perjanjuan usaha patungan dengan ENEC dan Korean Electric Power Corporation (KEPCO) dengan total Rp333 triliun (dengan kurs Rp13.671/USD).

Pencapaian untuk UEA sangat siginifikan mengingat ketegangan di wialayah yang lebih luas atas proliferasi nuklir. al Kaabi menyatakan programnya adalah bukti program damai dan transparan dapat dicapai ketika bekerja sama dengan badan-badan internasional.

"Ketika kami memulai program, membuatnya sangat jelas bahwa kami mengembangkan program yang damai dan digerakkan oleh kebutuhan listrik tambahan. Mengembangkan program yang bertanggung jawab untuk mengambil manfaat dari energi nuklir tanpa menimbulkan kekhawatiran tentang masalah lain terkait dengan tenaga nuklir seperti non-proliferasi," imbuh al Kaabi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini