Share

Bendungan Keureuto Disiapkan untuk Atasi Risiko Banjir di Aceh Utara

Irene, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 320 2171916 bendungan-keureuto-disiapkan-untuk-atasi-risiko-banjir-di-aceh-utara-lnnMXkLXGP.jpg Bendungan Keureuto Aceh. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Bendungan Keureuto selesai akhir tahun ini. Di mana progres pengerjaan hingga saat ini mencapai 68 %.

Pembangunan bendungan merupakan bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir. Diharapkan bendungan ini dapat mengurangi risiko bencana banjir dari hulu ke hilir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Baca Juga: Rampung Tahun Ini, 8 Bendungan Tampungan Air sebesar 408,89 Juta Meter Kubik

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan SDA di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, perubahan temperatur, cuaca, serta pola hujan cenderung durasinya lebih pendek namun dengan intensitas yang tinggi sehingga kerap mengakibatkan banjir.

"Untuk itu kita memerlukan banyak bendungan agar risiko banjir dapat dikurangi secara signifikan” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga: Daftar 8 Bendungan yang Siap Digunakan Tahun Ini

Bendungan Keureuto membendung Sungai Krueng Keureuto yang memiliki 6 anak sungai sebagai penyebab utama banjir pada daerah hilir. Dengan kapasitas tampung 215 juta/m3 memiliki manfaat utama untuk mereduksi banjir yang kerap menggenangi wilayah di Lhoksukon sebagai Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pada konstruksi bendungan ini juga disediakan tampungan khusus banjir sebesar 30,50 juta m3 yang mampu mengurangi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun sehingga total mereduksi banjir seluas 1.225,53 m3/detik.

Bendungan ini dibangun sejak tahun 2015 dengan biaya APBN sebesar Rp1,7 triliun. Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap melalui tiga paket dengan masing-masing kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero)-PT Pelita Nusa Perkasa (KSO) untuk paket 1, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk paket 2, PT Hutama Karya-Perapen paket 3.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini