nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Progres 3 Proyek Jaringan Irigasi Senilai Rp3,1 Triliun di Aceh

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 10:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 21 320 2171932 intip-progres-3-proyek-jaringan-irigasi-senilai-rp3-1-triliun-di-aceh-SzXyghBLnU.jpg Pembangunan Daerah Irigasi di Aceh. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Infrastruktur masih menjadi fokus pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mulai dari jalan, jembatan hingga daerah irigasi terus dibangun dari Sabang hingga Merauke.

Seperti di Provinsi Aceh, pemerintah tengah membangun bendungan dan 3 daerah irigasi. Tujuannya untuk mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan di Aceh.

Baca Juga: Bangun Konektivitas Pulau Morotai, Pemerintah Gelontorkan Rp273,86 Miliar

Mengutip data Kementerian PUPR, Jumat (21/2/2020), peningkatan jaringan irigasi dengan membangun 3 Daerah Irigasi (DI) di Aceh yakni, DI Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat, DI Jambo Aye Kanan di Kabupaten Aceh Utara dan Timur, dan DI Rajui di Kabupaten Pidie.

Pembangunan DI Lhok Guci telah mulai dikerjakan secara bertahap sejak 2017 dengan total biaya sebesar Rp2,7 triliun. Saat ini progres pengerjaannya mencapai 53,5 % dan ditargetkan selesai 2024.

Keberadaan DI Lhok Guci akan berpotensi menyuplai air irigasi lahan pertanian di Aceh Barat seluas 12.700 hektar.

Baca Juga: Selain Wisata, Pulau Morotai Jadi Pintu Perdagangan RI di Wilayah Perbatasan

Untuk DI Jambo Aye Kanan mulai dibangun pada 2017 dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp384,3 miliar yang bersumber dari APBN. Progres pembangunannya mencapai 70,10 % dan ditargetkan selesai 2023 untuk memenuhi kebutuhan air irigasi seluas 3.028 hektar.

Sementara untuk pembangunan DI Rajui tahap 1 telah selesai pada 2019 dengan anggaran sebesar Rp 101,4 miliar. Jaringan irigasi Rajui akan mampu memenuhi kebutuhan irigasi pertanian di Kabupaten Pidie seluas 1.000 hektar.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini