Share

BI: Inflasi Akhir Februari 0,31%

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 20 2175577 bi-inflasi-akhir-februari-0-31-sjTQzEdmF7.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan angka inflasi hingga Minggu keempat Februari adalah sebesar 0,31% secara bulanan (month to Month/mtm). Sementara itu secara tahunan, angka inflasi diprediksi oleh Bank Indonesia sekitar 3,02% (year on year/YOY).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, hasil ini berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Sentral selama Minggu terakhir bulan ini. Dengan capaian ini, maka dirinya menyebut angka inflasi masih sesuai dengan target tahunan yang sedang di tetapkan.

"Update inflasi sesuai SPH sampai Minggu keempat Februari 2020 inflasi kita perkirakan lebih rendah dari Januari perkiraan kami mtm 0,31% yoy 3,02%," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Baca juga:  Target Inflasi Harga Pangan Ditetapkan 3%-5% pada 2020

Menurut Perry, penyumbang inflasi akhir Februari ini masih didominasi oleh komoditas pangan. Sebut saja seperti Bawang Putih yang mengalami inflasi 0,1%, lalu ada juga cabai merah yang mengalami kenaikan hingga menyumbang inflasi 0,07%.

"Penyumbang inflasi dari komoditas makanan seperti bawang putih 0,1%, cabai merah 0,07%, beras 0,02%," ucapnya.

Sedangkan yang menyumbang angka deflasi adalah angkutan udara dengan angka 0,01%. Sementara untuk komoditas pangan yang menyumbang deflasi adalah bawang merah.

Baca juga: Cara Strategis Pemerintah dan BI Kendalikan Inflasi

"Penyumbang deflasi angkutan udara dan juga bawang merah penyumbang deflasi 0,01%," ucapnya.

Perry optimis jika harga-harga akan tetap terkendali hingga akhir tahun nanti. Sehingga dirinya yakin pada akhir tahun nanti target inflasi 3% plus minus 1% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 bisa tercapai.

"Kesimpulannya, inflasi Alhamdulillah terjaga rendah dan Insya Allah dengan koordinasi pemerintah dan BI kita akan kendalikan sesuai sasaran 3+-1%," kata Perry.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini