Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rokok Kembali Sumbang Inflasi di Februari

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2020 |12:55 WIB
Rokok Kembali Sumbang Inflasi di Februari
Rokok Sumbang Inflasi Februari 2020. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Rokok kembali menyumbangkan inflasi pada Februari 2020. Rokok kretek dan rokok kretek filter mengalami inflasi sebesar 0,01%.

Pada bulan sebelumnya, rokok juga menjadi salah satu penyebab inflasi. Pada Januari, inflasi pada rokok kretek dan rokok kretek filter adalah sebesar 0,02%.

Baca Juga: Naiknya Harga Bawang Putih Jadi Biang Kerok Inflasi Februari 0,28%

Menurut Deputi Bidang Statistuk Distriubusi dan Jasa Yunita Rusanti, jika dilihat secara kelompok, penyumbang terbesar inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang inflasinya mencapai 0,95%. Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,25%.

"Kelompok kedua cukup besar kelompok 11 perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 0,41%," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (3/3/2020).

Baca Juga: BPS: Inflasi Februari 0,28%

Menurut Yunita, kelompok tersebut salah satu yang menyumbang inflasi adalah komoditas rokok. Adapun sepanjang Februari, rokok menyumbang inflasi sebesar 0,01%.

Selain rokok, sebenarnya ada komoditas pangan seperti beras, minyak goreng hingga kentang yang masing-masing menyumbangkan inflasi sebesar 0,01%.

"Beberapa komoditas memberikan sumbangan inflasi 0,01%. Rokok kretek filter, beras, Minak greng, rokok putih , cabai rawit, kentang masing masing 0,01%," kata Yunita.

Sementara salah satu penyebab inflasi Februari adalah kenaikan pada harga bawang putih. Adapun andil kepada inflasinya adalah sebesar 0,09% sekaligus menjadi yang tertinggi.

"Pertama kelompok makanan ,minuman dan tembakau itu komoditas adalah bawang putih. Andil 0,09%. Jadi inflasi antara lain disebabkan kenaikan bawang putih 0,09%" jelasnya. (fbn)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement