Mendag Buka Keran Impor Gula dan Bawang Putih

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 320 2177579 mendag-buka-keran-impor-gula-dan-bawang-putih-lHwMQoX6cM.jpg Bawang Putih (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok pangan dan industri tetap aman. Meskipun terjadi aksi panic buying yang dilakukan masyarakat akibat infeksi virus korona yang sudah masuk ke Indonesia.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pemerintah akan melakukan berbagai macam upaya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari masyarakat maupun industri. Misalnya dengan membuka kembali keran impor untuk beberapa komoditas pangan.

Baca Juga: 8 Perusahaan Ritel Dibayangi Kerugian Besar Akibat Virus Korona

“Sekali lagi kita tidak perlu panik atas situasi ini. Saya telah mengeluarkan persetujuan impor untuk beberapa komoditas yang perlu adanya tambahan stok,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Misalnya saja dengan membuka keran impor untuk gula kristal mentah (raw sugar) sebesar 438.802 ton. Raw sugar ini diimpor untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP).

“Izin impor yang kami telah keluarkan adalah gula kristal mentah yang telah digunakan sebagai bahan baku gula kristal putih untuk konsumsi yang telah diterbitkan sebanyak 438,8 ribu ton yang dapat penuhi kebutuhan hingga Mei 2020,” kata Agus.

Baca Juga: Asosiasi Pengusaha Ritel Minta Masyarakat Tenang dan Tidak Perlu Panic Buying

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan izin impor bawang putih. Impor bawang putih ini nantinya akan didatangkan dari China.

Menurut Agus, sejauh ini tidak ada larangan impor bahan makanan dari China ataupun negara lainnya. Sebab, larangan kebijakan ekspor impor ini hanya diperuntukkan untuk produk hewan hidup asal China.

“Selain itu, kami telah menerbitkan (izin impor) komoditas bawang putih,” ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini