nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IKM Yogyakarta Disebut Kompetitif di Pasar Global

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 16:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 10 320 2181145 ikm-yogyakarta-disebut-kompetitif-di-pasar-global-EqbB7ibFQ3.jpg IKM Tumbuh (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus berupaya mengangkat potensi industri kecil dan menengah (IKM) di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, setiap daerah memiliki berbagai produk keunggulan khas sesuai dengan kekayaan sumber daya alam dan budayanya.

“Indonesia memiliki beberapa wilayah yang telah berkembang IKM-nya, salah satunya adalah Yogyakarta,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Agus Tavip seperti dilansir laman Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga: IKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Agus menyebutkan, Yogyakarta memiliki sektor IKM yang variatif, antara lain industri logam mulia, kimia, hasil pertanian dan kehutanan, fesyen, kuliner, serta kerajinan. Daya saing IKM Yogyakarta dinilai mampu kompetitif baik di kancah domestik maupun global, sehingga menjadi barometer perkembangan ekonomi kreatif di Pulau Jawa.

“Secara umum, industri yang terdapat di Yogyakarta adalah industri kecil. Pada kenyataannya, hasil industri di wilayah Yogyakarta, utamanya produk kriya (kerajinan), fesyen dan kuliner telah banyak diminati konsumen luar negeri,” tuturnya.

Baca Juga: Pasar Online Bisa Untungkan Industri Kecil Hingga 7 Kali Lipat

Hingga kini, Yogyakarta memiliki lebih dari 78 ribu unit usaha sektor IKM, yang sebagiannya punya potensi dobrak pintu ekspor. Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada para pelaku IKM yang berasal dari Kota Gudeg atas partisipasinya pada Pameran Kerajinan Jogja Istimewa 2020. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jaringan dan pasar mereka.

Sekretaris Daerah DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, industri kerajinan menjadi salah satu pendukung utama bagi perekonomian daerah. “Sektor andalan kita memang ekonomi kreatif, yang di antaranya disumbangkan cukup besar oleh industri kerajinan,” ujarnya.

Data Dinas Perindag Kota Yogyakarta menunjukkan, nilai ekspor DI Yogyakarta sepanjang tahun 2018 mencapai USD338,02 juta atau naik 13,96% dibanding tahun sebelumnya sebesar USD296,61 juta. Komoditas yang berandil besar dalam meningkatkan nilai ekspor DIY tersebut, di antaranya pakaian jadi tekstil, mebel kayu, sarung tangan kulit, biji vanila dan minyak atsiri.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih menegaskan, pihaknya fokus mengembangkan pelaku IKM di dalam negeri, termasuk sektor kerajinan, karena selama ini memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional.

“Masa depan IKM sangat menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi dengan nilai yang tinggi, karena dalam industri ini sangat sarat dengan gagasan, seni, inovasi, teknologi, serta kekayaan intelektual yang di Indonesia cukup besar potensinya,” paparnya.

Guna memacu inovasi produk IKM kerajinan agar lebih berdaya saing, Ditjen IKMA Kemenperin memiliki berbagai program strategis, antara lain mefasilitasi bantuan mesin dan peralatan industri dalam program restrukturisasi (potongan harga). Selanjutnya, program pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk serta program pemasaran online melalui e-Smart IKM yang telah berjalan selama dua tahun dan bekerjasama dengan marketplace yang sudah ada.

“Hal ini kami rasa sudah sejalan dengan tantangan industri di masa depan untuk melampaui perjalanan industri yang semakin kompleks, oleh karenanya Kemenperin telah dan akan mengimplementasikan program Making Indonesia 4.0 secara konsisten dari tahapan-tahapan yang ada,” imbuh Gati.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini