Percepat Pembangunan Fasilitas Karantina Korona, Kementerian PUPR Kirimkan Beton Precast

Irene, Jurnalis · Jum'at 13 Maret 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 320 2182823 percepat-pembangunan-fasilitas-karantina-korona-kementerian-pupr-kirimkan-beton-precast-qYNlXZ2oXz.jpg Fasilitas Karantina Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan material modul panel (beton precast) untuk percepatan pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular utamanya Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga mengatakan pekerjaan konstruksi terus terlaksana di lapangan. Di mana kemarin telah dilakukan pengiriman modul panel dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Sijantung Karyapura di Pulau Galang yang berjarak 1,6 km dari lokasi pembangunan.

Baca Juga: Fasilitas Karatina Korona di Pulau Galang Rampung 28 Maret

Pengiriman juga dilakukan menggunakan Pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Hang Nadim di Kota Batam yang berjarak 60 km.

“Material modular telah dikirim, ada beberapa menggunakan Pesawat Hercules dan kapal melalui Tanjung Priok. Total sebanyak 120 modul dikirim ke Pulau Galang. Rencananya Pelabuhan Sijantung Karyapura kita manfaatkan untuk lokasi bongkar muat modular panel,” jelas Danis,dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2020).

Baca Juga: Fasilitas Observasi Pengendali Virus Korona Telan Biaya Rp17 Miliar

Percepatan pembangunan juga dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau Ditjen Cipta Karya melalui pekerjaan land clearing dan pematangan lahan, pembongkaran bangunan eksisting bekas Rumah Sakit pada Zona A, perataan lantai kerja di Zona B, dan pekerjaan pembangunan helipad.

“Pembersihan tempat eks pengungsi Vietnam sudah dimulai sejak Minggu (8/3/2020). Untuk rehab akan memanfaatkan struktur yang masih bagus, sementara untuk yang rusak seperti plafon, dinding, atap akan diganti,” tambah Danis.

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga melakukan pemasangan pipa transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan untuk sepanjang 6,7 km dari Waduk Monggak Rempang. Tidak hanya itu, pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang juga dilakukan untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di pulau tersebut.

Kementerian PUPR menyiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 km, Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau. Untuk prioritas akan memanfaatkan Waduk Monggak Rempang dengan volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar dan embung Pulau Galang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini