Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakai Teknologi Mortar Busa, Pembangunan Flyover Purwosari Hemat Waktu Konstruksi 40%

Vania Halim , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2020 |15:22 WIB
Pakai Teknologi Mortar Busa, Pembangunan Flyover Purwosari Hemat Waktu Konstruksi 40%
Pembangunan Flyover: (Foto: Kementerian PUPR)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan Teknologi Mortar Busa untuk pembangunan Flyover Purwosari di Kota Solo. Konstruksi flyover telah dikerjakan sejak tanggal kontrak 8 Januari 2020 untuk mengatasi kemacetan akibat adanya perlintasan sebidang rel kereta Solo-Yogyakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan flyover merupakan salah satu program sterilisasi 500 perlintasan jalan dan kereta yang dilakukan Kementerian PUPR untuk mendukung proyek The Java Northline Upgrading Project yang akan mengembangkan jalur kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.

Baca juga: Proyek Tumbang Samba, Jembatan Terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan

“Kami ditugasi untuk memperbaiki atau mensterilkan kurang lebih sekitar 500 perlintasan sebidang dengan jalan raya di sepanjang perlintasan rel kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Kami akan membangun flyover dan underpass hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) termasuk perbaikan jalan lingkungan di sekitarnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari Laman Kementerian PUPR, Selasa (17/3/2020).

Mortar Busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak yang dikembangkan oleh Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan). Mortar busa memiliki berat yang ringan di mana massa jenis maksimum 0,8 ton/m3 untuk lapis base dengan UCS minimum 2.000 kilogram/cm2, serta massa jenis maksimum 0,6 ton/m3 untuk lapis sub-base dengan UCS minimum 800 kilogram/cm2. Seperti mortar beton, mortar busa juga memiliki sifat memadat sendiri.

Baca Juga: Anies Baswedan Jalan-Jalan ke Jembatan Instagramable di Jakarta Utara

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang Akhmad Cahyadi mengatakan penggunaan Teknologi Mortar Busa pada Flyover Purwosari selain mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan juga lebih efisien secara pembiayaan.

“Pembangunan Flyover Purwosari konstruksinya memakai teknologi Mortar Busa yang dikembangkan secara sederhana menggunakan metode timbunan ringan, struktur baja bergelombang dicampur dengan bahan pasir dan semen yang telah diatur mutu kekuatannya sehingga memiliki keunikan dalam menghemat anggaran belanja konstruksi sebesar 15%,” ujar Cahyadi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement